Tampilkan postingan dengan label Soeharto watch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soeharto watch. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2008

Golkar Paradigma baru atau Golkar Old Schooll ?


Beberapa minggu ini penulis sempat membaca berita disalahsatu situs berita dimana ada berita bahwa salahsatu partai didikan dari sang penjahat kemanusian ingin menarik anaknya sebagai bagian dari partai itu..

Ya…siapa lagi dan siapa bukan kalau Siti Hardianti a.k.a mbak Tutut yang akan direkrut oleh partai yang berlambang rumahnya para setan dan dedemit dalam merapatkan partai untuk pemilu 2009 yang tinggal menghitung jari.memang kalau dilihat secara history memang ada sedikit kedekatan antara partai ini dengan dinasti cendana.

Yang menjadi pertanyaan sekarang ini apakah dengan masuknya mbak Tutut kedalam kepengurusan partai ini dalam menuju pesta demokrasi Indonesia tahun 2009 mendatang bisa memenangkan pemilu mulai dari tingkat parlement hingga ke Istana ?

Kita tahu bagaimana kiprah partai ini sejak orde baru hingga lengsernya sang smiling general,setiap pemilu pun di negara ini pasti partai ini selalu unggul terus dengan cara yang mungkin agak kriminal dan ancaman dimana setahu pendengaran penulis,karena penulis pada saat itu masih dalam proses timbul ke dunia J setiap kali pemilu pasti semua pegawai negeri harus memilih partai yang memiliki ciri khas nomor 2 ini,jika tidak pasti dipecat,tapi kok mereka bisa tahu ya siapa saja yang memilih partai mereka dan siapa yang tidak padahal sistem pemilu dulu adalah Jurdil – Jujur dan Adil serta Rahasia ?

Tapi menurut penulis sich kalau ini terjadi maka sia – sia lah usaha dari mantan ketua umum partai ini yang jelas – jelas ingin menghilangkan dan meninggalkan kesan partai ini dari jaringan Cendana,anda tahu ketika tahun 1998 partai mana yang diusulkan harus dibumi hanguskan oleh kalangan mahasiswa karena sudah menyesengsarakan rakyat kecil di daerah kalau bukan partai ini,dan lewat sang Ketum inilah partai ini bisa bertahan,tapi sekarang kalau benar maka mungkin siap – siaplah partai ini seperti pada tahun 1998,karena ketum yang ketika tahun 1998 sudah mundur dan digantikan oleh Ketum yang berlatar belakang sebagai Pedagang dan apakah mungkin seorang pedagang memimpin sebuah partai ?

Penulis sangat setuju dengan pendapat yang dilontarkan oleh salahseorang pengamat politik yang mengatakan bahwa Mbak Tutut ditarik ke partai ini hanya untuk menggeruk uang dari Mbak Tutut sendiri untuk mengamankan posisi dari partai ini menuju 2009,karena kita tahulah siapa Mbak Tutut ini terutama hartanya yang mungkin bisa membiayai semua rakyat jelata di bumi merah putih ini,seperti memiliki rumah didaerah Kensington yang seharga 1-2 juta Poundsterling ( hitung sendiri berapa rupiah ! ) , lalu menguasai jalan – jalan tol di empat negara Asia seperti 166,34 Km jalan toll antara Wuchuan - Suixi - Xuwen di Cina , 83 Km Metro Manila Skyway & Expressway di Luzon, Filipina , 22 Km jalan toll antara Ayer Hitam dan Yong Peng Timur, yang merupakan Bagian dari jalan tol Proyek Lebuhraya Utara Selatan sepanjang 512 Km yang menghubungkan Singapura, Johor, sampai ke perbatasan Muangthai di Malaysia dan Jalan toll patungan dengan Union of Myanmar Holding Co. di Burma,belum lagi harta yang diberikan kepada kedua anaknya Dandy N. Rukmana dan Dantu I. Rukmana yang berada di daerah Boston yang memiliki tingkah laku yang tidak wajar untuk standar warga Boston yang mana daerah kecil di Amerika yaitu pernah membeli sebuah mobil sport jenis Lamborghini-Diablo seharga Rp 1 miliar dan itu hanya bertahan mungkin sebulan setelah itu mereka membeli lagi mobil yang mungkin lagi trend.

Tapi ya itulah kebijakan dari partainya pedagang,kalau memang mengincar harta dari Cendana yang nota bene harta berdarah karena harta itu dirampas dari rakyat jelata dengan darah dan kekerasan untuk persiapan pemilu 2009 ya terserah,toch rakyat Indonesia bukan rakyat Indonesia yang hidup di tahun ‘70an yang selalu mengagungkan ABS-Asal Bapak Senang dan mau diperintah seperti kerbau dicucuk hidungnya,tapi rakyat Indonesia yang tau mana yang benar dan yang salah,karena rakyat yang sekarang hanya memimpinkan sembako murah,mudah mendapatkan BBM,mendapatkan pekerjaan dan sekolah yang murah bahkan gratis tapi itu semua tidak dengan korupsi bahkan merugikan rakyat.

Apakah jadi jadi partai berlambang rumahnya para setan dan dedemit ini mengambil hati dari para anggota dinasti cendana ? kita lihat saja kelanjutannya.

Sabtu, 09 Februari 2008

Pewaris Cendana bersikap SDM-Selamatkan Diri Masing – Masing dari Kasus sang Ayah


Penulis kaget bukan kepalang ketika mendengar berita yang dibacakan oleh penyiar dari salah satu yang menyatakan bahwa anggota keluarga H.M.Soeharto yang nota bene adalah ahli waris utama dari Keluarga Cendana menolak dijadikan Tersangka daripada kasus – kasus yang melibatkan Bapak mereka

Ini sangat tidak masuk akal sama sekali,kalau itu benar berarti sudah matilah hukum di negara ini karena tidak mampu menyeret dan menyelesaikan secara tuntas kasus-kasus baik dari segi pidana maupun perdata yang melibatkan H.M.Soeharto,karena ya tadi mereka semua adalah anak-anak beliau tidak mau dijadikan tumbal akibat kesalahan yang sebenarnya dibuat oleh mereka tetapi karena cintanya seorang bapak kepada anak-anaknya maka sang bapaklah yang harus menerima upahnya.

Kita tahu berapa banyak harta Cendana baik yang ditumpuk di Cendana sendiri mungkin,dipelosok – pelosok bumi Indonesia hingga keluar negeri dan itu Cuma bukan satu anaknya tapi semua anak dari the smiling general ini.

Penulis bisa sedikit kasih contoh yang penulis kutip dari sebuah blog yang entah simpati atau anti daripada penjahat kemanusiaan ini yang mungkin bisa jadi bahan barang bukti bagi Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang kabarnya tidak punya bukti (?) sama sekali untuk menyeret Dinasti Cendana yaitu :untuk wilayah negara yang terkenal dengan liga sepakbolanya yaitu Inggris setidaknya ada lima rumah diwilayah itu yang dibeli oleh dinasti Cendana dengan harga sebesar 1 – 2 Juta Poundsterling ( anda tahu sendiri berapa nilai nominal jika dikonversikan ke Rupiah ) yang memiliki rumah itu adalah dua rumah dengan kepemilikan atas nama Sigit Harjojudanto,lalu satu rumah dengan atas nama Siti “ Tutut “Hardiyanti Rukmana,kemudian satu rumah atas kepemilikan Siti “ Tatiek “ Hediyati Haryanti, bahkan adik tiri Soeharto yang sekarang menginap di Hotel Prodeo SukaMiskin-Bandung tapi kok bisa keluar masuk ya mulai dari Soeharto masuk RSPP hingga Wafat (?) juga memiliki rumah di Inggris dengan 3 lantai dan memiliki basement.Kemudian di negara yang penduduknya habis mengadakan pemilu awal untuk menentukan siapa yang menduduki kursi nomor wahid di White House – US adalah dua rumah atas nama putra dan putri dari Ny.Tutut yaitu Dandy N. Rukmana dan Dantu I. Rukmana yang berada wilayah negara bagian Boston,selain itu di wilayah Hawaii juga Soeharto memiliki semacam rumah peristirahatan – Villa serta juga ada di wilayah karibia,Kepulauan Bermuda dan Cayman.

Itu baru jumlah harta tidak bergerak daripada dinasti Cendana,bagaimana dengan usahanya penulis juga pernah membaca dan mencatat bahwa di sebagian belahan dunia ini mereka yang punya,antara lain diwilayah negara Suriname dimana seorang adik tiri Soeharto mendapatkan konsesi konsesi hutan seluas 150 ribu hektar di Distrik Apura, Suriname bagian Barat.lewat badan usaha yang diberi nama PT Mitra Usaha Sejati Abadi (MUSA) yang mana pemegang sahamnya Yayasan Kemusuk Somenggalan yang diketuai oleh adik tiri sang Jenderal Besar Konsesi itu merupakan awal dari rencana MUSA untuk menanamkan modal sebesar US$ 1,5 milyar, sebagian besar untuk sektor kehutanan akibat dari proses konsesi ini adalah rusaknya wilayah dari distrik itu yang mengakibatkan rusak pula dari budaya dari suku – suku Amerindian Maroon di Distrik Apura,tapi berkat diplomasi tingkat tinggi yang dilancarkan oleh sang penjahat kemanusiaan selaku Presiden Gerakan Non Blok yang akhirnya di mana konon uang sogokan sebanyak US$ 9 Juta ketika itu berpindah ke tangan para politisi terkenal disana dengan sandi "The Indonesian Connection".Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Yayasan Kemusuk Somenggalan, yang beroperasi di Paramaribo, Ibukota Surinam dengan bantuan Kedubes RI di sana, adalah menawarkan bantuan untuk renovasi Istana Presiden Suriname. Proyek itu ditawarkan untuk diborong oleh anak perusahaan MUSA sendiri.

Di Selandia Baru ( New Zealand ) dengan mudah sang pangeran Cendana Hutomo “ Tommy “ Mandala Putra membeli lisensi sebuah kawasan wisata seluas 24,000Ha dengan nama Lilybank Lodge di kaki Mount Cook dan di tepi Danau Tekapo di Southern Island bernilai NZ$ 6 juta (1 NZ$= Rp 4000 kala itu), yang dibeli lisensinya dari Pemerintah NZ.usaha dari sang pangeran cendana ini tidak cukup disitu saja di negara Kangguru Australia,Tommy memergerkan antara perusahaan iklan ruang asal Melbourne, NLD, dengan kelompok Humpuss milik Tommy & Sigit, tahun 1997, berbarengan dengan pembelian saham perusahaan iklan ruang terbesar di Malaysia, BTABS (BT Advertising Billboard Systems), memberikan Tommy dan partner Australianya, Michael Nettlefold, konsesi atas billboards di sepanjang freeways di Negara Bagian Victoria, Australia,serta sepanjang jalan – jalan toll NLD- Humpuss di Malaysia , Filipina , Burma dan China.

Bagaimana dengan usaha yang basah alias perminyakkan ,ternyata setali tiga uang juga yang dilakukan oleh Cendana ini terbukti dimana Perusahaan tanker migas milik Bambang Trihatmodjo dkk, Osprey Maritime, yang total memiliki 30 tanker, dengan nilai total di atas US$ 1,5 milyar (US$ 1 = Rp 10.000). Sejak Juni 1996, dua tanker Osprey, yakni Osprey Alyra dan Osprey Altair, dikontrak oleh Saudi Basic Industrial Corporation untuk mengangkut minyak dan produk-produk petrokimia dari Arab Saudi ke mancanegara. Dengan akuisisi perusahaan tanker Norwegia yang terdaftar di Monaco, Gotaas-Larsen, oleh Osprey Maritime yang disepakati bulan Mei 1997, perusahaan milik Bambang Trihatmodjo ini menjadi salah satu maskapai pengangkut migas terbesar di Asia.itu baru satu anaknya belum lagi yang dilakukan oleh pangeran Cendana dan Sigit lewat usahanya Humpuss Sea Transport Pte. Ltd. adalah anak perusahaan PT Humpuss INtermoda Transport (HIT), yang pada gilirannya adalah bagian dari Humpuss Group. Tapi dengan berbasis di Singapura, perusahaan itu -- yang berpatungan dengan maskapai Jepang, Mitsui O.S.K. Lines -- dapat mengoperasikan ke-13 tanker migas dan LNGnya, lepas dari intervensi Pertamina pasca-Reformasi. Ini setelah berhasil menciptakan
reputasi bagi dirinya sendiri berkat kontrak jangka panjangnya dengan Taiwan Perusahaan Singapura ini pada gilirannya punya anak perusahaan yang berbasis di Panama, First Topaz Inc.lalu kemudian bagaimana dengan usaha dari puteri tertua sang pesakitan ini karena kita tahu bagaimana usaha jalan bebas hambatannya ternyata usaha jalan tol ibu yang satu ini tidak berlaku di Indonesia saja lewat perusahaannya tetapi sudah merambah ke luar Indonesia yaitu di 166,34 Km jalan toll antara Wuchuan - Suixi - Xuwen di China,lalu di 83 Km Metro Manila Skyway & Expressway di Luzon, Filipina,kemudian di 22 Km jalan toll antara Ayer Hitam dan Yong Peng Timur, yang merupakan Bagian dari jalan tol Proyek Lebuhraya Utara Selatan sepanjang 512 Km yang menghubungkan Singapura, Johor, sampai ke perbatasan Muangthai di Malaysia;dan Jalan toll patungan dengan Union of Myanmar Holding Co. di Burma.

Itu baru sebagian “kecil “ dari usaha para dinasti Cendana entah itu Halal atau tidak,yang penting kita sebagai rakyat tahu harta dari Cendana ini yang dulu ketika sang jenderal mundur dan diperiksa di Kejakasaan,penulis ingat betul bahwa sang jenderal ini mengatakan bahwa beliau tidak punya sepeser pun uang,kalau Kejaksaan bisa membuktikan ucapan beliau itu,dan mengusut semua harta itu paling tidak kalau bisa diseret semua penghuni di Cendana 6 itu,maka rakyat Indonesia tidak lagi miskin dan tidak lagi berprofesi sebagai PSK,atau pemulung karena kalau dihitung – hitung harta yang terkubur di Cendana dan dipelosok dunia pasti bisa membayar utang – utang Indonesia saat ini termasuk mungkin membeli tank – tank dan investarisasi TNI yang sudah uzur,bisakah Kejaksaan Agung menyeret itu semua ? hanya Jaksa Agung dan Tuhan yang tahu,kita sebagai rakyat Indonesia hanya bisa berdoa dan berharap !


Courtessy : http://keluargamac.blogspot.com

Pantaskah Soeharto Mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional ?


Tidak terasa sudah hampir dua minggu seseorang yang katanya The Smiling General dan bapak pembangunan H.M.Soeharto wafat tanggal 27 Januari 2008 Pukul 13.10 siang di Rumah Sakit Pusat Pertamina lalu..

Mungkin saat ini liang dari Soeharto pun belum kering total,sudah ada issue dari Jakarta tepatnya dari kawasan Senayan dimana ada sekelompok orang yang kebetulan dibesarkan oleh sang penjahat kemanusiaan versi Bank Dunia dan PBB ini yang mengatakan bahwa Haji Mohammad Soeharto berhak diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah karena jasa-jasanya membangun negara ini.

Eiittss….Tunggu dulu Pahlawan yang seperti apa hingga seorang mantan Presiden yang dieranya hampir melakukan kekuasaannya dengan kekerasan bahkan puluhan bahkan ribuan nyawa orang – orang yang berseberangan dengan paham serta kemauannya hilang seperti membunuh lalat yang menempel di makanan,apakah itu sifat dan arti dari Pahlawan Nasional yang berlaku di Indonesia.

Banyak kasus HAM yang sampai sekarang belum terselesaikan bahkan diluruskan seperti kasus G 30 S/PKI,kasus Talang Sari,kasus Penembakan Misterius – Petrus,Kasus Malari,Kerusuhan Mei’98,TanjungPriok,Penghilangan Aktivis,Santa Cruz-TimTim tahun 1991,Supersemar dan masih banyak lagi.

Itu baru kasus HAM alias pidananya bagaimana dengan perdatanya,kita tidak usah munafik sebuah wilayah di negeri ini dari ujung pulau sumatera hingga ujung pulau papua mereka yang bermukim di Cendana dan para penjilat – penjilat yang setiap menit datang ke Cendana untuk minta restu supaya dapat berkorupsi jamaah,mulai dari jalan tol,mobil nasional,stasiun televisi,perkualakan,hingga taman buah semua mereka kuasai dengan nama pemegang saham,tetapi tidak langsung duduk dijajaran pejabatnya.

Apakah ini yang namanya atau yang disebut Pahlawan Nasional ? memang disatu sisi H.M.Soeharto memang pantas diberi gelar Pahlawan Nasional karena peranannya mengangkat Indonesia lebih disegani dan dikenal oleh dunia dengan prestasi seperti indeks ekonomi yang stabil sehingga mengakibatkan Beliau mendapatkan penghargaan dari Badan PBB bidang makanan dan agraria – FAO,banyak negara yang memuji negara kita karena eksistensi Soeharto dalam melobi dan mengikuti kegiatan internasional,tapi kenyataannya kalau memang indeks negara ini sudah maju dan dikategorikan negara maju,kenapa masih banyak pengemis,rakyat jelata,PSK dan sebagainya hingga saat ini,kalau kita negara berkembang pastinya yang namanya kategori yang seperti penulis tulis tentu indeksnya hanya sedikit bahkan tidak sama sekali,itu kenapa apakah bapak – bapak yang berlindung di pohon yang angker yang merasa dibesarkan oleh sang smiling general bisa menjawab ?

Sebenarnya sah – sah saja sich beliau mendapatkan gelar pahlawan nasional tapi ya itu kembali lagi apakah rakyat mau memaafkan sikap beliau ketika berkuasa terutama kepada keluarga korban tuduhan PKI hingga penghilangan aktivis yang mungkin sampai saat ini sudah ada yang gila karena tidak kuat menerima cobaan ini,kalau dari keluarga korban ini memang sudah mengiklaskan dan memaafkan beliau boleh diberi gelar pahlawan TAPI kalau belum jangan harap pemerintah baik di Merdeka Selatan atau di Senayan dengan lantang langsung memberikan gelar itu dengan alasan rakyat setuju , sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kepada para anggota dewan terutama partai yang dibesarkan oleh beliau,rakyat yang mana ?

Pantaskah H.M.Soeharto dengan segudang permasalahan baik perdata maupun pidana LAYAK di sematkan bintang jasa dan Gelar Pahlawan ?

Kamis, 24 Januari 2008

BENARKAH SOEHARTO SAKIT ? ATAU...




Terserah anda sebagai pembaca atau pengunjung yang kebetulan baca dan mengunjungi blog ini merasa tersinggung dengan tulisan ini atau bahkan setuju dan terbaca itu terserah anda,tetapi inilah pendapat penulis tentang sosok yang di awal pembukaan tahun 2008 membuat heboh Indonesia,mengalahkan berita tentang banjir di Jawa Tengah dan Timur,jebolnya tanggul penahan lumpur di sidoarjo,atau laporan hasil dua kaukus pemilihan Presiden Amerika Serikat yang sedang mengincar kursi di White House menggantikan Bush,atau mungkin kunjungan Presiden Amerika ke Timur-Tengah yang kabarnya menghabiskan biaya lebih dari 200 juta rupiah dalam hitungan jam,itu semua oleh rapat redaksi semua harian cetak maupun stasiun televisi baik nasional maupun lokal dari ujung Sabang hingga Ujung Papua dipinggirkan oleh berita dari tokoh yang katanya banyak jasanya (?) dan paling disegani di jagat Indonesia ini,dan semua peralatan media,mulai dari Camera set dengan Lensa yang segede gaban,camera televisi mulai jenis handycam hingga camera yang beratnya 25 kilo yang harus ditopang pake sandaran tripod,handphone bahkan telepon satelit,hingga mobil satelit untuk siaran langsung terpakir disalahsatu rumah sakit milik perusahaan BUMN yang mengurusi minyak tapi pendistribusian dan pengelolaan yang tidak beres didaerah Kebayoran Baru-Jakarta Selatan

Ya siapa lagi kalau bukan tentang berita kesehatan dari Mantan Orang nomor satu yang juga mendapat julukan dari PBB sebagai Penjahat Kemanusiaan serta pemimpin dunia paling korup dengan total ke-RAKUS-an korupnya selama menjabat Presiden Republik Indonesia sebesar antara US $ 15 – 35 juta ( silakan Hitung sendiri,penulis malas hitung kalau uangnya dari hasil korupsi yang selalu mengatasnamakan rakyat kecil tapi rakyat kecillah yang menjadi korban )

Ini sudah yang kesekian kalinya sang God Father ini masuk rumah sakit,pertama kali masuk rumah sakit setelah terlempar dari kursi empuknya yang telah diduduki oleh dari 30 tahun lebih oleh semua mahasiswa se-Indonesia,pada tanggal 29 – 30 Juli 1999 karena stroke ringan , kemudian pada tanggal 14 – 19 Agustus 1999 kembali masuk ke RSPP karena perembesan darah dari anus,kemudian tanggal 13 Maret 2000 sang God Father masuk kembali ke rumah sakit kali ini di RSCM untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter RSCM,dan dinyatakan oleh tim dokter bahwa Soeharto mengalami hambatan komunikasi,kemudian tanggal 17 Juni 2000 Soeharto menjalani pemeriksaan otak di Rumah sakit Jantung Harapan Kita,setelah itu di Bulan September tepatnya tanggal 23 September tahun 2000,Soeharto kembali diperiksa oleh tim dokter dengan hasil terjadi kemunduran daya ingat dan kemampuan berbahasa Soeharto serta kemampuan menerima,memahami,maupun,menuangkan ide sangat buruk.

Masih ditahun 2000 tepatnya tanggal 13 – 14 November,sang Bapak Bangsa (kata orang-orang yang suka “menjilat “ beliau dan menganut ABS-Asal Bapak Senang ) mengalami anfal dan sesak napas di kediamannya yaitu Jalan Cendana,Jakarta Pusat.Tim dokter kemudian memasang saluran oksigen untuk membantu pernapasan dan infus.di awal tahun 2001 tepatnya tanggal 24 Februari – 2 Maret 2001,sang God Father masuk Rumah Sakit untuk menjalani operasi usus buntu dan dirawat di RSPP,ditahun 2001 juga tanggal 12 –15 Juni,menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung permanen serta dirawat di RSPP,pada akhir tahun 2001 tepatnya tanggal 17-28 Desember,dirawat di RSPP karena menderita radang paru-paru,sesak napas,dan panas.

Kemudian berlanjut lagi pada tahun 2002 sang pemimpin yang katanya tidak mempunyai harta sepeser pun ini,tapi dirumah yang selalu tertutup untuk umum terutama kaum mahasiswa ini terdapat dua mobil mewah jenis Alfard dan masih banyak lagi yang kalau ditaksir jenis mobil itu hanya seperseribu persen dari kekayaannya (?) tepatnya tanggal 18 Juni Tim dokter RSCM memeriksa kesehatan Soeharto dengan hasil Soeharto dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain.

Akhirnya sepanjang tahun 2003,sang God Father ini tidak ada lagi masalah kesehatannya, tetapi itu hanya berlangsung singkat karena pada tanggal 26 April 2004,beliau mengalami pendarahan pada pencernaan bagian bawah ( usus besar ) yang mengakibatkan hemoglobin ( HB ) rendah (6.3) dan dirawat di RSPP,setelah itu sang Jenderal Besar ini dapat istirahat dirumah dengan santai atau stress menghadapi persoalan status hukumnya yang nantinya akan berakibat harus tinggal di Hotel Prodeo sehingga pada tahun 2005 tepatnya tanggal 5 – 10 Mei,usus besarnya kembali mengalami pendarahan dan membuat sang Jenderal ini beristirahat dengan enaknya di RSPP,di bulan November tepatnya tanggal 4 masih ditahun 2005,God Father harus dirawat di RSPP karena kelelahan (memangnya abis melakukan apa sampai bisa kelelahan ?) dan HB-nya menurun.

Di tahun 2005 tepatnya tanggal 4 Mei 2006,sang Jenderal dari Desa Kemusuk ini kembali masuk ke RSPP akibat pendarahan pada saluran cerna.Pendarahan ini sendiri menyebabkan Hb turun hingga 7,8 gram persen dan berakibat pada menurunnya kadar oksigen pada seluruh tubuhnya.Tim dokter sendiri menemukan 35 titik pendarahan dan terpaksa kembali memotong 40 sentimeter usus Soeharto.setelah lebih dari seminggu,tepatnya tanggal 18 Mei 2006,Tim Dokter Kepresiden di RSPP menemukan 2 titik penyumbatan pembuluh darah di otak bagian kanan,itu didapat dari hasil pemeriksaan CT-Scan.

Dalam satu tahun yaitu di tahun 2007,tidak ada berita tentang masuknya Soeharto ke RSPP atau keluhan kesehatan sang Koruptor yang sebagian besar “penjilatnya” meminta pemerintah dan 220 juta jiwa rakyat miskin memaafkan atas kelakuannya,hingga pada awal tahun 2008 ini tepatnya tanggal 4 Januari 2008,beliau masuk kembali ke RSPP karena kadar Hb rendah,tekanan darah turun dan ada penimbunan cairan sehingg tubuh membengkak,dan itu sampai tulisan ini dibuat bahkan pada jumat tanggal 11 Januari sempat mengalami krisis berat dan juga sempat ada isu sms beredar dikalangan pejabat dan wartawan bahwa jam 20.00 sang God Father ini telah ditarik dari bumi oleh sang Kuasa,tetapi kenyataannya tidak.

Ok..cukup sejarah kesehatan dari sang Jenderal besar ini,yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah apakah H.M.Soeharto mantan Presiden Republik Indonesia ini benar-benar sakit sampai seheboh sekarang ini atau sebaliknya ? kenapa penulis bilang begitu karena menurut penulis,mulai dari masuk rumah sakit ketika pertama kali hingga sekarang ini,penulis tidak pernah melihat di televisi ataupun surat kabar yang menunjukkan bahwa Soeharto kondisinya benar-benar sakit entah itu gambar atau tayangan langsung dari kamar beliau,yang ada hanya Cuma sekedar penjelasan yang menurut penulis sama ratanya dengan ucapan basa-basi yang benar-benar basi yang berasal dari tim dokter kepresidenan maupun para “ penjilat “ yang membesuknya hanya itu saja,tapi bukti visualnya tidak ada.bagaimana 220 juta jiwa rakyat Indonesia yang mana hampir 75 persen rakyatnya berada dalam garis kemiskinan dan buta akan istilah kedokteran percaya dengan apa yang diucapkan dari bibir tim dokter yang menurut penulis gaya bicara dan tekstur badan serta ucapan yang keluar dari bibirnya sepertinya “disetting” seperti berbicara antara prajurit bawahan dengan komandan pangkat atas,maupun para pembesuk sementara buktinya tidak ada,apa kita bisa percaya ?

Tapi tulisan ini bukan maksud membahas soal kesehatan beliau karena,penulis bukan pakar kedokteran atau kesehatan,tapi lebih melihat bagaimana kelanjutan dari kasus – kasus yang beliau lakukan ketika masih menjabat.kita tahu sepanjang beliau duduk nyaman mulai dari tahun 60-an hingga 20 Mei 1998 banyak kasus yang merugikan baik segi ekonomi maupun HAM dari rakyat kecil.

Kita bisa lihat dari segi HAM yaitu kasus Tanjung Priok 12 September 1984 yang mengakibatkan banyak jatuh korban,kasus Gedung Ombo,Kasus Talang Sari,Wafatnya Marsinah dan Udin’Bernas,kasus Gerakan 30 September 1965 yang hingga kini belum jelas siapa yang mendalangi dan yang paling fenomenal adalah kasus Trisakti yang mengakibatkan jatuhnya lima mahasiswa Trisakti pada Kamis kelabu tanggal 12 Mei 1998 sore.yang paling fenomenal adalah sepanjang karier beliau adalah banyaknya aktivis atau orang-orang yang tidak suka “menjilat” beliau,diculik bahkan sampai detik ini keberadaan aktivis dan orang – orang itu tidak tahu apakah masih hidup atau sudah meninggal tapi keberadaan kuburannya pun tidak ada.belum lagi soal kasus surat penyerahan kekuasaan pemerintah kepada beliau yang lebih kita kenal sebagai Surat Perintah 11 Maret 1966 yang sampai sekarang pun kita tidak tahu apakah benar surat itu benar-benar ada secara fisik dan keberadaan pun kita tidak tahu dimana surat itu disimpan apakah dalam keadaan baik atau sudah rusak bahkan hilang.

Kalau soal bidang ekonomi pun kita tahu bagaimana sang bapak ini beserta anak,mantu serta para “ penjilatnya” menguasai negara ini dengan dalil – dalil untuk pembangunan dan juga rakyat kecil tetapi kalau kita bisa lihat secara logika kalau memang dalil itu benar,berarti sampai detik ini negara ini sudah tidak lagi disesaki oleh kaum miskin dan marjinal yang hidup dalam keprihatinan,selalu dikejar-kejar trantib,ditindas bahkan kehidupannya bisa setara dengan para “ penjilat” ini tapi kenyataannya ?

Yang menjadi pembahasan cukup heboh dikalangan para “ penjilat “ saat ini mungkin ada juga sering mendengar di koran dan membaca di televisi adalah agar supaya rakyat Indonesia terutama yang mungkin pernah menjadi korban daripada “ kebijakan “ beliau mau meMAAFkan beliau melihat jasa – jasa beliau terhadap negara ini..woww… tunggu dulu ?

Pengertian jasa – jasa beliau terhadap negara ini yang bagaimana ? apakah penjualan pesawat CN-235 kepada Pemerintah Kerajaan Thailand yang membayarnya dengan beras ketan sebagai jasa beliau terhadap negara dan rakyat ini iya ? atau pembebasan tanah disekitar taman mini yang sekarang kita bisa menikmati yaitu Taman Mini Indonesia Indah yang menurut isu – isu yang beredar sampai ke telinga penulis hanya dihargai dengan harga satu buah permen permeter perseginya alias Rp.100 / m2 ? itu jasa-jasa beliau.

Tolong ya,kalau penulis pribadi dari dalam hati nurani dan hati kecil,penulis tidak sudi dan tidak akan pernah meMAAFkan sang Jenderal ini kenapa ? karena kita bisa lihat donk kinerja beliau,memang benar beliau sudah mengangkat negara ini menjadi berkembang walaupun sekarang ini kembali meredup,tapi mengangkatnya dengan mengorbankan dan selalu mengatasnamakan rakyat kecil,seharusnya yang penulis bilang kalau memang pembangunannya untuk rakyat seharusnya sekarang ini tidak ada lagi rakyat yang namanya rakyat miskin yang setiap hari harus memikirkan besok makan apa ya ,trus tidak ada lagi yang tinggal di kolong – kolong jalan tol atau jalan layang , serta tidak lagi menjamur PSK – PSK alias JABLAY di sudut – sudut jalan di Indonesia betul tidak ?penulis baru akan meMAAFkan beliau jika beliau memang MAU mengembalikan semua uang yang selama ini beliau ambil serta mau meluruskan semua sejarah yang selama ini masih menggantung seperti Kasus Supersemar , kasus tragedi 30 September 1965 serta penculikan aktivis-aktivis maupun yang tidak mau “ menjilat “ beliau itu saja,yang diantaranya meninggalnya Buruh di Surabaya Marsinah,Wartawan Bernas Udin,Kerusuhan Tanjung Priok,Korban – korban dari Petrus-Penembak Misterius yang pernah dicanangkan oleh Beliau lewat salahsatu menterinya.

Penulis sebenarnya tidak sudi kalau kasus-kasus yang menjadikan beliau sebagai tersangka di hentikan hanya karena kesehatan,kita tidak usah munafik lah,buktinya ada kok ketika menghadiri perkawinan cucu beliau dari pasangan anak beliau. beliau bisa dapat berjalan sendiri bahkan tersenyum sambil melambaikan tangan,lalu ketika sakit pun beliau bisa bercakap-cakap menanyakan berita yang sedang marak saat ini kepada koleganya,apa seperti ini indikasi sakit permanent ? tentu tidak donk,kalau menurut penulis situasi ini mungkin hanya direkayasa saja oleh beliau beserta keluarga serta para “ penjilatnya “ biar kita bisa iba dan simpati..it’s bull shit !!

Penulis juga agak keberatan dengan ucapan dari salahsatu petinggi partai yang lambangnya rumah dari para setan (maaf!) yang menyatakan bahwa sebaiknya pemerintah memberikan maaf dan menghentikan kasus yang melibatkan beliau,melihat jasa-jasa beliau yang begitu besar terhadap negara ini.mau tahu tanggapan penulis terhadap partai ini ? Mereka itu hanya penjilat kelas teri yang ingin lepas dari tanggung jawab karena selama hampir 32 tahun negara ini dipimpin sang jenderal merekalah yang menikmati,jadi mereka meminta semua rakyat memaafkan beliau sekaligus memaafkan mereka juga,karena kalau semua kasus yang di sematkan kepada sang God Father ini,pastinya mereka juga yang berada dibelakang partai yang lambangnya (maaf!) rumah dari para setan akan ikut terseret juga.

Ingat !! Republik Indonesia adalah negara yang berdiri berdasarkan Undang – Undang dan hukum yang berlaku,semua kegiatan baik kenegaraan maupun rakyat sipil menggunakan perangkat hukum Bukan Negara Halalbihalal yang mana semuanya ya seperti kegiatan Halalbihalal yang sering anda lakukan kegiatan berlebaran datang salaman,makan sambil mengobrol kemudian pamitan pulang tanpa ada kejelasan…

Apakah sang God Father akan selamanya umur panjang serta Pemerintah dapat memenangkan kasus ini dan mengambil alih semua harta dari sang God Father ini mulai dari anak,besan,cucu,buyut,mantu dan turunannya serta membongkar dan membuka untuk umum Jalan Cendana yang selama ini selalu tertutup,atau sang God Father akhirnya berpulang dan ya seperti penulis bilang negara ini negara hukum bukan negara halalbihalal….

Semoga Cepat Sembuh ya Pak….200 Juta Jiwa rakyat miskin di Indonesia menunggu bapak di kursi depan para Hakim di Pengadilan untuk diminta penjelasannya

Senin, 07 Januari 2008

Hopefully Quickly Recovers


Republikrakyatjelata.blogspot.com wish to say partaking sympathy to illness Former President Republic Of Indonesia H.M.soeharto which also corruptor world first one with asset released by UN 15 - 35 million US $ although denied by expressing that he haves no one cents ,now is taken care of Hospital Center Pertamina-Jakarta..

Hopefully quickly recovered and painless and admission again to Hospital Center Pertamina yes sir ,because Attorney's Office and Eradication Commission of Corruption and 220 million public?people men Indonesia bes awaiting you certainty is your correctness correctness - ill correctness or Only simply ducking out all corruption demands and Politic which during the time is submitted by 220 million poor public people men which spread over in Indonesia through?via Attorney's Office Republic of indonesia and Eradication Commission of Corruption with reason of health and old age ,and also so that state's finance burden is not big as result of often exit the entry of you sir, because if finance burden released to cure sir transferred to poor public?people hence they would very glad package receives it…

Hopefully Quickly recovers yes Mr H.M.Soeharto