
Terserah anda sebagai pembaca atau pengunjung yang kebetulan baca dan mengunjungi blog ini merasa tersinggung dengan tulisan ini atau bahkan setuju dan terbaca itu terserah anda,tetapi inilah pendapat penulis tentang sosok yang di awal pembukaan tahun 2008 membuat heboh Indonesia,mengalahkan berita tentang banjir di Jawa Tengah dan Timur,jebolnya tanggul penahan lumpur di sidoarjo,atau laporan hasil dua kaukus pemilihan Presiden Amerika Serikat yang sedang mengincar kursi di White House menggantikan Bush,atau mungkin kunjungan Presiden Amerika ke Timur-Tengah yang kabarnya menghabiskan biaya lebih dari 200 juta rupiah dalam hitungan jam,itu semua oleh rapat redaksi semua harian cetak maupun stasiun televisi baik nasional maupun lokal dari ujung Sabang hingga Ujung Papua dipinggirkan oleh berita dari tokoh yang katanya banyak jasanya (?) dan paling disegani di jagat Indonesia ini,dan semua peralatan media,mulai dari Camera set dengan Lensa yang segede gaban,camera televisi mulai jenis handycam hingga camera yang beratnya 25 kilo yang harus ditopang pake sandaran tripod,handphone bahkan telepon satelit,hingga mobil satelit untuk siaran langsung terpakir disalahsatu rumah sakit milik perusahaan BUMN yang mengurusi minyak tapi pendistribusian dan pengelolaan yang tidak beres didaerah Kebayoran Baru-Jakarta Selatan
Ya siapa lagi kalau bukan tentang berita kesehatan dari Mantan Orang nomor satu yang juga mendapat julukan dari PBB sebagai Penjahat Kemanusiaan serta pemimpin dunia paling korup dengan total ke-RAKUS-an korupnya selama menjabat Presiden Republik Indonesia sebesar antara US $ 15 – 35 juta ( silakan Hitung sendiri,penulis malas hitung kalau uangnya dari hasil korupsi yang selalu mengatasnamakan rakyat kecil tapi rakyat kecillah yang menjadi korban )
Ini sudah yang kesekian kalinya sang God Father ini masuk rumah sakit,pertama kali masuk rumah sakit setelah terlempar dari kursi empuknya yang telah diduduki oleh dari 30 tahun lebih oleh semua mahasiswa se-Indonesia,pada tanggal 29 – 30 Juli 1999 karena stroke ringan , kemudian pada tanggal 14 – 19 Agustus 1999 kembali masuk ke RSPP karena perembesan darah dari anus,kemudian tanggal 13 Maret 2000 sang God Father masuk kembali ke rumah sakit kali ini di RSCM untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter RSCM,dan dinyatakan oleh tim dokter bahwa Soeharto mengalami hambatan komunikasi,kemudian tanggal 17 Juni 2000 Soeharto menjalani pemeriksaan otak di Rumah sakit Jantung Harapan Kita,setelah itu di Bulan September tepatnya tanggal 23 September tahun 2000,Soeharto kembali diperiksa oleh tim dokter dengan hasil terjadi kemunduran daya ingat dan kemampuan berbahasa Soeharto serta kemampuan menerima,memahami,maupun,menuangkan ide sangat buruk.
Masih ditahun 2000 tepatnya tanggal 13 – 14 November,sang Bapak Bangsa (kata orang-orang yang suka “menjilat “ beliau dan menganut ABS-Asal Bapak Senang ) mengalami anfal dan sesak napas di kediamannya yaitu Jalan Cendana,Jakarta Pusat.Tim dokter kemudian memasang saluran oksigen untuk membantu pernapasan dan infus.di awal tahun 2001 tepatnya tanggal 24 Februari – 2 Maret 2001,sang God Father masuk Rumah Sakit untuk menjalani operasi usus buntu dan dirawat di RSPP,ditahun 2001 juga tanggal 12 –15 Juni,menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung permanen serta dirawat di RSPP,pada akhir tahun 2001 tepatnya tanggal 17-28 Desember,dirawat di RSPP karena menderita radang paru-paru,sesak napas,dan panas.
Kemudian berlanjut lagi pada tahun 2002 sang pemimpin yang katanya tidak mempunyai harta sepeser pun ini,tapi dirumah yang selalu tertutup untuk umum terutama kaum mahasiswa ini terdapat dua mobil mewah jenis Alfard dan masih banyak lagi yang kalau ditaksir jenis mobil itu hanya seperseribu persen dari kekayaannya (?) tepatnya tanggal 18 Juni Tim dokter RSCM memeriksa kesehatan Soeharto dengan hasil Soeharto dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain.
Akhirnya sepanjang tahun 2003,sang God Father ini tidak ada lagi masalah kesehatannya, tetapi itu hanya berlangsung singkat karena pada tanggal 26 April 2004,beliau mengalami pendarahan pada pencernaan bagian bawah ( usus besar ) yang mengakibatkan hemoglobin ( HB ) rendah (6.3) dan dirawat di RSPP,setelah itu sang Jenderal Besar ini dapat istirahat dirumah dengan santai atau stress menghadapi persoalan status hukumnya yang nantinya akan berakibat harus tinggal di Hotel Prodeo sehingga pada tahun 2005 tepatnya tanggal 5 – 10 Mei,usus besarnya kembali mengalami pendarahan dan membuat sang Jenderal ini beristirahat dengan enaknya di RSPP,di bulan November tepatnya tanggal 4 masih ditahun 2005,God Father harus dirawat di RSPP karena kelelahan (memangnya abis melakukan apa sampai bisa kelelahan ?) dan HB-nya menurun.
Di tahun 2005 tepatnya tanggal 4 Mei 2006,sang Jenderal dari Desa Kemusuk ini kembali masuk ke RSPP akibat pendarahan pada saluran cerna.Pendarahan ini sendiri menyebabkan Hb turun hingga 7,8 gram persen dan berakibat pada menurunnya kadar oksigen pada seluruh tubuhnya.Tim dokter sendiri menemukan 35 titik pendarahan dan terpaksa kembali memotong 40 sentimeter usus Soeharto.setelah lebih dari seminggu,tepatnya tanggal 18 Mei 2006,Tim Dokter Kepresiden di RSPP menemukan 2 titik penyumbatan pembuluh darah di otak bagian kanan,itu didapat dari hasil pemeriksaan CT-Scan.
Dalam satu tahun yaitu di tahun 2007,tidak ada berita tentang masuknya Soeharto ke RSPP atau keluhan kesehatan sang Koruptor yang sebagian besar “penjilatnya” meminta pemerintah dan 220 juta jiwa rakyat miskin memaafkan atas kelakuannya,hingga pada awal tahun 2008 ini tepatnya tanggal 4 Januari 2008,beliau masuk kembali ke RSPP karena kadar Hb rendah,tekanan darah turun dan ada penimbunan cairan sehingg tubuh membengkak,dan itu sampai tulisan ini dibuat bahkan pada jumat tanggal 11 Januari sempat mengalami krisis berat dan juga sempat ada isu sms beredar dikalangan pejabat dan wartawan bahwa jam 20.00 sang God Father ini telah ditarik dari bumi oleh sang Kuasa,tetapi kenyataannya tidak.
Ok..cukup sejarah kesehatan dari sang Jenderal besar ini,yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah apakah H.M.Soeharto mantan Presiden Republik Indonesia ini benar-benar sakit sampai seheboh sekarang ini atau sebaliknya ? kenapa penulis bilang begitu karena menurut penulis,mulai dari masuk rumah sakit ketika pertama kali hingga sekarang ini,penulis tidak pernah melihat di televisi ataupun surat kabar yang menunjukkan bahwa Soeharto kondisinya benar-benar sakit entah itu gambar atau tayangan langsung dari kamar beliau,yang ada hanya Cuma sekedar penjelasan yang menurut penulis sama ratanya dengan ucapan basa-basi yang benar-benar basi yang berasal dari tim dokter kepresidenan maupun para “ penjilat “ yang membesuknya hanya itu saja,tapi bukti visualnya tidak ada.bagaimana 220 juta jiwa rakyat Indonesia yang mana hampir 75 persen rakyatnya berada dalam garis kemiskinan dan buta akan istilah kedokteran percaya dengan apa yang diucapkan dari bibir tim dokter yang menurut penulis gaya bicara dan tekstur badan serta ucapan yang keluar dari bibirnya sepertinya “disetting” seperti berbicara antara prajurit bawahan dengan komandan pangkat atas,maupun para pembesuk sementara buktinya tidak ada,apa kita bisa percaya ?
Tapi tulisan ini bukan maksud membahas soal kesehatan beliau karena,penulis bukan pakar kedokteran atau kesehatan,tapi lebih melihat bagaimana kelanjutan dari kasus – kasus yang beliau lakukan ketika masih menjabat.kita tahu sepanjang beliau duduk nyaman mulai dari tahun 60-an hingga 20 Mei 1998 banyak kasus yang merugikan baik segi ekonomi maupun HAM dari rakyat kecil.
Kita bisa lihat dari segi HAM yaitu kasus Tanjung Priok 12 September 1984 yang mengakibatkan banyak jatuh korban,kasus Gedung Ombo,Kasus Talang Sari,Wafatnya Marsinah dan Udin’Bernas,kasus Gerakan 30 September 1965 yang hingga kini belum jelas siapa yang mendalangi dan yang paling fenomenal adalah kasus Trisakti yang mengakibatkan jatuhnya lima mahasiswa Trisakti pada Kamis kelabu tanggal 12 Mei 1998 sore.yang paling fenomenal adalah sepanjang karier beliau adalah banyaknya aktivis atau orang-orang yang tidak suka “menjilat” beliau,diculik bahkan sampai detik ini keberadaan aktivis dan orang – orang itu tidak tahu apakah masih hidup atau sudah meninggal tapi keberadaan kuburannya pun tidak ada.belum lagi soal kasus surat penyerahan kekuasaan pemerintah kepada beliau yang lebih kita kenal sebagai Surat Perintah 11 Maret 1966 yang sampai sekarang pun kita tidak tahu apakah benar surat itu benar-benar ada secara fisik dan keberadaan pun kita tidak tahu dimana surat itu disimpan apakah dalam keadaan baik atau sudah rusak bahkan hilang.
Kalau soal bidang ekonomi pun kita tahu bagaimana sang bapak ini beserta anak,mantu serta para “ penjilatnya” menguasai negara ini dengan dalil – dalil untuk pembangunan dan juga rakyat kecil tetapi kalau kita bisa lihat secara logika kalau memang dalil itu benar,berarti sampai detik ini negara ini sudah tidak lagi disesaki oleh kaum miskin dan marjinal yang hidup dalam keprihatinan,selalu dikejar-kejar trantib,ditindas bahkan kehidupannya bisa setara dengan para “ penjilat” ini tapi kenyataannya ?
Yang menjadi pembahasan cukup heboh dikalangan para “ penjilat “ saat ini mungkin ada juga sering mendengar di koran dan membaca di televisi adalah agar supaya rakyat Indonesia terutama yang mungkin pernah menjadi korban daripada “ kebijakan “ beliau mau meMAAFkan beliau melihat jasa – jasa beliau terhadap negara ini..woww… tunggu dulu ?
Pengertian jasa – jasa beliau terhadap negara ini yang bagaimana ? apakah penjualan pesawat CN-235 kepada Pemerintah Kerajaan Thailand yang membayarnya dengan beras ketan sebagai jasa beliau terhadap negara dan rakyat ini iya ? atau pembebasan tanah disekitar taman mini yang sekarang kita bisa menikmati yaitu Taman Mini Indonesia Indah yang menurut isu – isu yang beredar sampai ke telinga penulis hanya dihargai dengan harga satu buah permen permeter perseginya alias Rp.100 / m2 ? itu jasa-jasa beliau.
Tolong ya,kalau penulis pribadi dari dalam hati nurani dan hati kecil,penulis tidak sudi dan tidak akan pernah meMAAFkan sang Jenderal ini kenapa ? karena kita bisa lihat donk kinerja beliau,memang benar beliau sudah mengangkat negara ini menjadi berkembang walaupun sekarang ini kembali meredup,tapi mengangkatnya dengan mengorbankan dan selalu mengatasnamakan rakyat kecil,seharusnya yang penulis bilang kalau memang pembangunannya untuk rakyat seharusnya sekarang ini tidak ada lagi rakyat yang namanya rakyat miskin yang setiap hari harus memikirkan besok makan apa ya ,trus tidak ada lagi yang tinggal di kolong – kolong jalan tol atau jalan layang , serta tidak lagi menjamur PSK – PSK alias JABLAY di sudut – sudut jalan di Indonesia betul tidak ?penulis baru akan meMAAFkan beliau jika beliau memang MAU mengembalikan semua uang yang selama ini beliau ambil serta mau meluruskan semua sejarah yang selama ini masih menggantung seperti Kasus Supersemar , kasus tragedi 30 September 1965 serta penculikan aktivis-aktivis maupun yang tidak mau “ menjilat “ beliau itu saja,yang diantaranya meninggalnya Buruh di Surabaya Marsinah,Wartawan Bernas Udin,Kerusuhan Tanjung Priok,Korban – korban dari Petrus-Penembak Misterius yang pernah dicanangkan oleh Beliau lewat salahsatu menterinya.
Penulis sebenarnya tidak sudi kalau kasus-kasus yang menjadikan beliau sebagai tersangka di hentikan hanya karena kesehatan,kita tidak usah munafik lah,buktinya ada kok ketika menghadiri perkawinan cucu beliau dari pasangan anak beliau. beliau bisa dapat berjalan sendiri bahkan tersenyum sambil melambaikan tangan,lalu ketika sakit pun beliau bisa bercakap-cakap menanyakan berita yang sedang marak saat ini kepada koleganya,apa seperti ini indikasi sakit permanent ? tentu tidak donk,kalau menurut penulis situasi ini mungkin hanya direkayasa saja oleh beliau beserta keluarga serta para “ penjilatnya “ biar kita bisa iba dan simpati..it’s bull shit !!
Penulis juga agak keberatan dengan ucapan dari salahsatu petinggi partai yang lambangnya rumah dari para setan (maaf!) yang menyatakan bahwa sebaiknya pemerintah memberikan maaf dan menghentikan kasus yang melibatkan beliau,melihat jasa-jasa beliau yang begitu besar terhadap negara ini.mau tahu tanggapan penulis terhadap partai ini ? Mereka itu hanya penjilat kelas teri yang ingin lepas dari tanggung jawab karena selama hampir 32 tahun negara ini dipimpin sang jenderal merekalah yang menikmati,jadi mereka meminta semua rakyat memaafkan beliau sekaligus memaafkan mereka juga,karena kalau semua kasus yang di sematkan kepada sang God Father ini,pastinya mereka juga yang berada dibelakang partai yang lambangnya (maaf!) rumah dari para setan akan ikut terseret juga.
Ingat !! Republik Indonesia adalah negara yang berdiri berdasarkan Undang – Undang dan hukum yang berlaku,semua kegiatan baik kenegaraan maupun rakyat sipil menggunakan perangkat hukum Bukan Negara Halalbihalal yang mana semuanya ya seperti kegiatan Halalbihalal yang sering anda lakukan kegiatan berlebaran datang salaman,makan sambil mengobrol kemudian pamitan pulang tanpa ada kejelasan…
Apakah sang God Father akan selamanya umur panjang serta Pemerintah dapat memenangkan kasus ini dan mengambil alih semua harta dari sang God Father ini mulai dari anak,besan,cucu,buyut,mantu dan turunannya serta membongkar dan membuka untuk umum Jalan Cendana yang selama ini selalu tertutup,atau sang God Father akhirnya berpulang dan ya seperti penulis bilang negara ini negara hukum bukan negara halalbihalal….
Semoga Cepat Sembuh ya Pak….200 Juta Jiwa rakyat miskin di Indonesia menunggu bapak di kursi depan para Hakim di Pengadilan untuk diminta penjelasannya