
Boleh dibilang setiap bulan ada saja wakil rakyat kita di jemput oleh pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi-KPK atau Kejaksaan dari rumah pribadinya atau rumah selirnya bahkan dari ruang kerjanya untuk pindahan ke Hotel Prodeo di Trunojoyo, Jenderal Sudirman atau Cipinang untuk 40 hari mendatang karena suatu kasus yang berkaitan dengan kekuasaan bahkan sampai urusan ranjang segala..
Sebegini parahkah wajah wakil rakyat yang bulan April 2004 lalu kita antre sambil menunggu nama kita dipanggil untuk berikan suara kita kepada orang yang kita anggap tepat untuk menyalurkan apa isi hati kita terhadap perubahan negara ini? Kalau dilihat sich memang sudah parah kondisi muka-muka wakil rakyat kita yang ada sekarang maupun jaman-jaman dahulu.
Mungkin yang tepat menggambarkan muka dari para kelakuan politisi senayan adalah lirik dari sebuah lagu yang dibuat oleh SLANK yang sempat membuat heboh dan membuat merah muka dan kuping daripada Ketua Badan Kehormatan hingga akan menyeret kelompok Band ini ke meja hijau tapi hanya gertak sambal serta isapan dua ibu jari saja karena takut kali didemo 220 juta jiwa rakyat Indonesia yang sudah muak, tetapi itulah kenyataan, mari kita telaah lirik dari Gossip Jalanan apakah sesuai dengan muka dan perilaku daripara anggota DPR…mari
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir2
berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Lirik di atas sangat tepat sekali dengan kelakuan daripada para politisi Senayan, karena kita bisa lihat bagaimana skandal video Format real player 3gp antara penyanyi dangdut karbitan dengan anggota dewan yang beredar luas hingga ke ruang redaksi televisi yang membuat sosok dewan yang jadi new porn star ini harus rela menarik diri dari peredaran hingg sekarang tidak tahu dimana rimbanya, soal yang satu ini penulis tidak aneh melihatnya karena memang disana ada jaringan khusus buat penyedia wanita-wanita escort yang stand bye di sekitar lingkungan ya.. ibarat petugas Valet yang bisa kita lihat di Mall-Mall bahkan ada yang sampai bawa buku yang isinya photo-photo wanita-wanita mulai dari yang rapi, setengah bugil hingga bugil dengan posisi yang menggairahkan serta latarbelakang ada yang masih polos hingga artis kurang terkenal dan familiar keluar-masuk acara gossip dan ini diamini oleh beberapa staff dari anggota DPR itu sendiri termasuk juga sang sekretarisnya pun bisa rangkap jabatan, kalau Pagi Jam 08.00 sampai jam kantor usai jadi sekretaris kantor dari anggota itu dan mulai jam 18.00 hingga 06.00 pagi jadi sekretaris paling pribadi dan intim..betul tidak.
Kalau yang seperti ini kita bisa lihat bagaimana merahnya muka dari pada secretariat daerah Bintan ketika diputar pembicaraan telepon antara beliau dan Al Amin Nasution yang mana ada kata-kata seperti di bawah ini
Al Amin Nasution: Ya, carikanlah. Yang kira-kira udah lama aku kenal bos ini paham kan kira-kira.
A: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.
Al Amin Nasution: Tak bagus.
A: Udah dipake ya?
Atau yang seperti ini , 'Tailor itu jahitannya sempit ini sangat jelas sekali arah pembicaraannya walaupun penuh dengan kode-kode yang mereka berdua dan Tuhan yang tahu, itu baru satu yang baru-baru ini membuat muka merah para anggota DPR ini.
Kemudian ada lagi lirik lagu seperti ini,
Mau tau gak mafia di senayankalau lirik yang satu ini sich tidak perlu ditutupi memang sudah menjadi makanan sehari-hari betul tidak ? untuk sekali rapat saja anggota kita yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik walaupun pada munafik semua mendapatkan amplop paling tidak minimal isi dari amplop coklat berlogo bank atau lambing DPR Rp.500,000 coba kalikan saja jumlah anggota yang hadir, tapi kenyataan di dalam ruang rapat ada berapa anggota yang hadir sisanya kemana ? ya tidak jauh-jauh alasan ke ketua sidang adalah kunjungan ke konstituen padahal seperti lirik lagu yang pertama diatas, itu baru sidang pertama kalikan berapa kali mereka bersidang hingga ketuk palu paripurna yang mengsahkan rancangan itu menjadi UU, berapa ratus ribu hingga jutaan uang itu masuk ke kantong depan, belakang, samping daripada jas anggota dewan ini, belum lagi lobby-lobby yang dilakukan pihak-pihak supaya perangkat daftar undang-undang itu menjadi sah secara hukum, berbagai jalan ditempuh termasuk urusan baju putih dan tailor jahitannya sempitpun di gunakan, agar bisa lolos, dan wakil rakyatlah yang ahlinya.
kerjanya tukang buat
peraturan
bikin UUD ujung2nya duit,
Tapi sangat pantas dan wajar kalau dua lirik yang ditulis oleh bimbin cs sangat pas dialamatkan kepada penghuni dari gedung yang mana pagarnya seharga Rp.2,1 Miliar tapi kok bisa rubuh ya sebanyak dua kali, dan juga sangat wajar kalau sekarang rakyat sudah muak dan ogah untuk memilih para calon anggota dewan untuk pemilu besok karena mungkin yang ada dipikiran warga Indonesia, ganti orang tetap saja perilakunya sama bahkan mungkin jangan-jangan lebih parah dari sekarang.
Pertanyaan dan sekalian kesimpulannya tentang masalah kelakuan dan perilaku daripada anggota dewan adalah pada pemilu 2009 besok berapa banyak jumlah warga pemilih yang tersebar mulai dari Ujung Pulau Sumatera hingga Ujung Papua begtu juga di tingkat kantor Perwakilan Indonesia di Luar Negeri mulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia hingga Kamar Dagang Internasional yang GOLPUT ??
Kita tunggu saja…..
Rhivan Lorca...
Mahasiswa Dept. Komunikasi Fisip- UKI
Pendapat Pribadi



