Tampilkan postingan dengan label Stop Global Warming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stop Global Warming. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2008

Kok 50 : 50 ?

Kejutan terjadi ketika Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Kusmayanto dalam Rapat Kerja ( Raker ) dengan Komisi VII DPR – RI digedung DPR-RI ,Senayan Senin ( 17 / 03 / 2008 ) mengatakan bahwa kasus Lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo – JawaTimur adalah fifty – fifty dimana 50 % dari kejadian ini dalam sisi akademik adalah kesalahan manusia atau human error serta 50 % lainnya adalah akibat dari fenomena alam atau dengan kata lain bencana alam.

GILA !! itulah jawaban spontanitas dari penulis ketika membaca berita yang tersaji disalah satu situs berita , memang kita akui sudah hampir dua tahun peristiwa Lapindo ini tidak surut – surut dan berhenti tetapi yang ada malahan sekarang semakin banyak bukan hanya satu titik yang mengeluarkan lumpur tetapi mungkin sudah satu Sidoarjo yang terkena dampak ini,itu baru lumpur belum lagi ada issue tentang banyaknya gas – gas yang keluar dari bawah permukaan tanah yang merembet ke dinding rumah warga , kalau ini benar maka sudah dipastikan dalam beberapa waktu dalam hitungan tahun mungkin nama Sidoarjo akan menjadi sejarah atau bahkan hilang dari peta bagian dari NKRI karena kasus ini karena terlalu bahaya jika ada penghuninya.

Sebenarnya penulis agak keberatan dan protes dengan pernyataan dari Menristek tersebut walaupun beliau mengatakan dari segi akademik yang beliau dapat dari tim yang menangani kasus ini,kenapa keberatan ? Pertama apa yang terjadi disana adalah MURNI perbuatan manusia,kalau banyak yang mengatakan itu fenomena alam atau bencana alam ngapain ada kegiatan pekerja di sekitar itu serta peralatan keperluan yang ada disana.Kedua soal kasus ini masuk dalam kategori Bencana Alam setahu penulis bencana alam adalah suatu fenoma alam dimana alam mengalami pergeseran rotasi bumi terhadap matahari,tetapi kenapa kasus Lapindo bisa masuk kategori bencana alam.

“ dalam kajian akademik kami menyebutkan fenomena ini fifty – fifty.10 persen bencana alam,50 persen human error “
- Menteri Negara Ristek dan Teknologi RI Kusmayanto -

Penulis bisa melihat kenapa sampai sekarang kasus ini tidak selesai – selesai,karena pemerintah tidak tegas dalam menindak perusahaan yang jelas – jelas masuk dalam kategori penjahat kemanusiaan karena telah merampas hak dari warga Sidoarjo untuk hidup,tetapi malahan membantu perusahaan ini dalam hal ganti rugi sehingga yang menjadi pertanyaan siapa sebenarnya yang menjadi dalang dari peristiwa ini apakah pemerintah atau perusahaan itu.

Sudahlah sekarang ini yang dibutuhkan oleh warga itu adalah kepastian dari masalah ganti rugi,sebenarnya menurut penulis pemerintah tidak usah dan peduli kepada perusahaan ini yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh orang paling kaya seantero jagat Merah Putih ini,walaupun yang menjadi korban adalah rakyat kecil sehingga menurut pemerintah dalam pandangan penulis jika pemerintah tidak turun tangan itu berarti pemerintah cuek dengan nasib rakyat.

Inilah yang salah dari pemerintah kita,sebenarnya pemerintah bisa kok membantu rakyat Sidoarjo yang menjadi korban yaitu caranya adalah menjadi mediator dari rakyat baik yang terkena peta dampak bencana ataupun yang baru – baru ini kepada perusahaan ini dalam hal ganti rugi dan meminta kepastian hukum kapan masalah ini selesai tanpa ada lagi syarat dan ketentuan yang kadang – kadang dibuat seperti sampai saat ini soal kepemilikan tanah yang terkena dampak lumpur,bagaiamana bisa menunjukkan bukti asli bahwa tanah itu miliknya kalau pada saat kejadian itu berlangsung yang ada dipikiran korban adalah bagaimana menyelamatkan diri dari kepungan lumpur daripada menyelematkan harta benda termasuk surat – surat tanah,tetapi masalah ini masih terus didebatkan.

Jika memang perusahaan ini sampai tenggak waktu yang disepekati oleh pemerintah sebagai wakil dari korban,tidak ada perubahan dan terkesan lambat pemerintah secara langsung tanpa menunggu kepastian melaporkan dan membuat gugatan atas nama korban Lapindo ke jalur hukum mulai dari laporan perdata hingga kalau perlu pidana.kalauperlu mencantumkan gugatan pailit,dan kalau memang pemerintah dimata korban lumpur ini akan dijadikan pahlawan mereka,dan tidak menutup kemungkinan hajatan rakyat Indonesia tahun 2009 akan memilih kembali pasangan saat ini karena mampu menyenangkan rakyat kecil dan miskin dari himpitan para kapitalis yang selalu mencari muka kepada pemerintah dengan alasan rakyat sebagai topeng.

Sampai kapan nasib rakyat Sidoarjo terlepas dari masalah ini , dan sampai kapan perusahaan yang dimiliki oleh saudagar paling kaya ini mampu bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya,mungkin hanya Tuhan yang tahu ini semua dan kita yang bersimpati hanya bisa berharap kejadian ini yang pertama dan terakhir..semoga…

Senin, 03 Maret 2008

Rp.3000 / orang


Kenapa penulis judul diatas sangat singkat hanya berupa nominal daripada sebuah harga yang mungkin harga dari sebuah minuman soda yang biasa kita temui di warung atau toko kelontong.

Bukan !! Rp.3000 / orang adalah jumlah uang yang harus disetor oleh 220 juta jiwa rakyat Indonesia mulai dari ujung Sabang hingga ujung Merauke entah itu Pria – Wanita , Tua – Muda , Anak Kecil – Dewasa , Perawan – Perjaka , Miskin – Kaya , Ganteng / Cantik – Jelek , Pintar – Bodoh , Kurus – Gendut , Janda – Duda , kepada Kantor Kepresidenan Republik Indonesia untuk disalurkan kepada para korban lumpur panas di Sidoarjo – Jawa Timur yang sudah memasuki tahun ke dua.

"Jadi, Lapindo tetap bertanggung jawab dan tidak akan menagihkan kepada pemerintah, meskipun Lapindo di dalam pengadilan dinyatakan tidak bersalah,"
- Aburizal.” Ical “ Bakrie -

Kalau ditotal uang Rp.3000 / orang yang dikumpulkan dari seluruh wilayah Indonesia tadi maka total dana itu adalah Rp.600 – 700 Miliar untuk disumbangkan kesana melalui APBN dengan kekuatan hukum Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 tentang Pembagian Kewajiban Penanganan Korban Lumpur Lapindo.

Kalau memang ini terjadi lantas yang menjadi pertanyaan penulis dan mungkin juga menjadi ganjalan dari semua rakyat Indonesia adalah , dari pihak Bakrie memberikan berapa miliar Rupiah ? ternyata usust punya usut pihak Bakrie “ hanya “ memberikan santunan kepada para korban Lapindo HANYA kepada daerah / desa yang masuk dalam peta terdampak yang mereka petakan,jadi mereka – mereka yang terdapat dan tersaring dalam peta terdampak otomatis akan mendapatkan dana ganti rugi walaupun hingga sekarang belum tuntas dibayarkan,sementara yang tidak masuk dalam peta akan dibayarkan oleh pemerintah lewat APBN.

Ini Jelas konyol sekali..kalau menurut penulis apa yang dilakukan oleh Bakrie Brother adalah tindakan seorang pecundang dan pengecut sejati..penulis yakin ayahanda mereka yang sekarang berada ditempat yang paling indah akan sedih berurai air mata kalau tahu anak – anaknya yang beliau didik sepanjang hidupnya ternyata seorang yang tidak menghargai rakyat kecil atau mungkin sebaliknya beliau dengan bangganya karena pendidikan yang ditanamkan beliau untuk membenci dan menyengsarakan rakyat kecil tercapai dan terbukti ampuh..

Rp.600 Miliar itu bukan nilai sebuah uang yang sangat kecil bila kita ibaratnya membeli sebuah barang kebutuhan pokok , dengan dana itu rakyat mungkin terutama di garis kemiskinan bisa tercukupi dengan pembagian dari sepersekian persen dari Rp.600 miliar itu,tapi apa nyana uang segitu banyak harus digunakan untuk membayar ganti rugi yang mana pengertian ganti rugi itu adalah sebuah penggantian atas apa yang telah dilakukan atau diperbuat sementara pemerintah yang tidak pernah melakukan suatu tindakan apapun yang merugikan harus mengeluarkan uang sebesar Rp.600 Milyar untuk rakyat dimana satu sisi pemerintah mencoba “ mencari perhatian “ kepada rakyat bahwa pemerintah iba dan kasihan dengan kondisi rakyat Sidoarjo siapa tahu hajatan besar-besaran Indonesia tahun depan lewat pasangan ini jika mencalonkan diri bisa terpilih lagi.tapi di sisi lain apa yang dilakukan oleh Pemerintah terutama sang Presiden adalah keputusan yang ibaratnya sebagai Pahlawan Kesiangan.

Penulis secara pribadi dari awal menulis tentang Lapindo ini TIDAK SUDI !! jika uang yang penulis setorkan kepada kas negara melalui pajak yang penulis bayarkan misalnya pajak kendaraan bermotor , pajak makanan dan minuman di restoran – restoran cepat saji dan masih banyak lagi dibagi – bagikan dengan “Cuma – Cuma “ kepada rakyat Sidoarjo memang penulis iba dengan apa yang dirasakan warga desa yang terkena lumpur yang mungkin sekarang sudah banyak warga Sidoarjo yang menghuni RS.Jiwa Surabaya serta banyaknya anak - anak sekolah yang putus pendidikan akibat kejadian ini tapi KENAPA mesti pemerintah BUKAN dinasti Bakrie lewat PT.lapindo inc..

Sudahlah..yang ada sekarang Pemerintah harus tegas dengan apa yang terjadi terutama soal ganti rugi , negara ini sudah cukup kere dengan semua permasalahan seperti langkanya minyak tanah , melonjak terus harga minyak di pasaran dunia , pasokan listrik disebagian wilayah Indonesia padam total , membayar pajak hasil pinjaman jaman dinasti Cendana , bayar gaji PNS – TNI – Polri , bayar ganti rugi semua korban gempa bumi dan bencana lainnya dimana itu semua membutuhkan banyak dana yang akan dikuras setiap tahunnya lewat APBN,kalau APBN ini akhirnya terkuras HANYA !! untuk bayar ganti rugi Lapindo lalu bagaimana dengan pembiayaan misalnya gaji PNS,TNI ,Polri ?

Menurut penulis satu – satunya cara adalah pertama membatalkan surat keputusan itu , kalaupun sudah jalan , kiranya pemerintah memanggil dan menginstruksikan Badan Pemeriksa Keuangan atau Auditor Independent kalau perlu dari Badan Audit asing untuk mengaudit semua daftar inventaris dan kekayaan dari Dinasti Bakrie ini,mosok orang kaya nomor wahid di Indonesia harus bayar 50 % : 50 % ama pemerintah ke korban Lapindo,malu ama uang !!! serta KPK siapa tahu dalam proyek ini dalam tender ditemukan indikasi KKN atau jumlah kekayaan dari semua anggota Dinasti Bakrie berasal dari uang panas dan darah…

Kedua, pemerintah memfasilitasi keinginan warga Sidoarjo untuk menuntut ganti rugi lewat jalur hukum supaya bisa jelas permasalahannya termasuk menyita dan melelang aset – asetnya termasuk aset dari Dinasti Bakrie kalau sampai batas waktu yang ditentukan serta vonis hakim PT.Lapindo belum bayar juga , karena selama ini menurut penulis peran pemerintah dalam hal menampung aspirasi hanya sekedarnya atau tempo – tempo tegas tempo – tempo lunak,makanya dari Lapindo bisa bermain – main dalam hal ganti rugi kepada warga karena kalau warga marah pemerintah Cuma bisa menegor doank tanpa ada tindakan nyata dan tegas dilapangan serta didepan warga Sidoarjo..benar tidak !!

Ketiga, Rakyat bisa mendaftarkan gugatan secara kolektif kepada pemerintah dan PT.Lapindo beserta mungkin dinasti Bakrie ke jalur hukum dengan menggunakan pasal Pidana dan Perdata gugatan atas warga ini didampingi dari kalangan LSM yang selama ini concert dengan masalah HAM serta lingkungan hidup seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia – Komnas HAM , YLBHI , YLKI hingga Walhi dan WWF Indonesia karena kasus ini sudah sangat kompleks bukan hanya urusan pribadi melainkan lingkungan yang mengakibatkan ekosistem lingkungan terganggu termasuk didalamnya adalah manusianya..

Inti dan kesimpulan ini semua adalah sampai kapan ini akan berakhir dengan manis terutama dalam hal ganti rugi dari semua warga Sidoarjo baik yang terdapat di peta terdampak maupun diluar yang hampir mungkin akan menguburkan dan menghapus Sidoarjo dari Peta JawaTimur dan tidak menutup kemungkinan Peta Indonesia..dan ini semua akan terjawab hanya dengan nurani kecil dari semua pihak baik PT.Lapindo beserta dinasti Bakrie serta pemerintah sendiri yang selalu mengobral bak jualan kecap yaitu demokrasi dan mementingkan rakyat daripada golongan tapi mana kenyataannya ?

Courtessy Picture from Greenpeace.org

Selasa, 04 Desember 2007

I Want n’ Luv Green Indonesia,How About U ?

Tanggal 1 Desember 2007 disaat belahan bumi merayakan Hari Aids Se-dunia,di Indonesia sendiri tepatnya di Pulau Bali,ada gawean yang menurut penulis patut kita cermati dan ikuti yaitu adanya Konfrensi Tingkat Dunia tentang Perubahan Iklim atau bahasa kerennya United Nation Climate Change Confrence,dimana konfrensi ini dihadiri oleh tokoh pemerintah seluruh dunia untuk membahas seputar perubahan iklim yang sekarang semakin tidak bisa diajak berdamai lagi.

Kita tahu sendiri,bagaimana perubahan iklim yang semakin hari semakin menjadi-jadi tidak usah jauh-jauh,sekarang ini saja di Jakarta suhu udara saja pada siang hari panasnya minta ampun seperti berada dalam neraka,dan lebih parah lagi beberapa hari yang lalu kalian pernah denger tentang berita dimana seluruh Jakarta Utara terendam air yang berasal dari pasangnya laut sehingga mengakibatkan beberapa jadwal penerbangan tertunda akibat banjir yang diakibatkan pasangnya air laut,dan bahkan kata beberapa sumber dibagian metrologi yang biasa mengurus soal cuaca,DKI Jakarta,kota kita tercinta ini bisa masuk kategori TSUNAMI !,kacau tidak itu.

Menurut penulis sudah saatnya kita ciptakan Jakarta yang hijau,atau bahasa kerennya STOP GLOBAL WARMING,disini penulis bukannya sok jadi pahlawan biar mendapat hadiah kalpataru atau adipura,paling tidak kita sebagai anak muda dan anak nongkrong bisa berpartisipasi dalam menghijaukan negeri atau kota ini,toch hasilnya dapat dirasakan oleh adik-adik kecil dan cucu kita dimasa mendatang ,bagaimana caranya ?

Caranya adalah yaitu

Pertama,HEMAT LISTRIK DAN AIR kalian pasti tahu donk idiom dari PLN 17-22 ? dimana jam 17 sore sampai 22 malam kita harus menghemat listrik karena pasokan kebutuhan listrik meningkat supaya kapasitas dan kebutuhan listrik kita cukup ya,kita harus hemat dengan cara MEMATIKAN semua komponen listrik kayak AC,TV,Radio,DVD player,Komputer,charger HP jangan Cuma di stand-by doank kayak TV dimatiin tapi lampu indikatornya masih nyala benar ga ? serta kalau mau beli alat elektronik atau gadget pastikan yang listrik atau wattnya sangat rendah.

Kedua,Kalau punya lahan kosong entah dirumah kalian atau rumah teman atau dimana pun dengan izin tentunya kalau itu lahan orang,tanamlah pohon,karena dengan pohonlah udara kita bisa bersih lagi dan mengurangi polusi yang dikeluarkan dari asap knalpot kendaraan bermotor serta membantu peresapan dan cadangan air jika saat musim kemarau datang.karena kita tahu kenapa udara Jakarta dan Indonesia sudah terkontaminasi dengan asap pabrik,bus kendaraan yang tidak ada filter saringannya sehingga kita sering lihat asapnya yang sangat hitam sekali.

Sekedar informasi saja buat kalian bahwa Indonesia menduduki rangking 5 besar negara yang berpolusi tinggi dan itu berasal dari yang tadi penulis bilang diatas.

Ketiga,buanglah sampah pada tempatnya-kalian sering donk liat tulisan ini pada setiap kemasan makanan dibelakangnya atau diatas tempat sampah yang kita jumpai disetiap pinggir jalan tetapi masalahnya apakah kalian pernah membuang sampah baik plastik atau bungkusan makanan yang kalian makan ke tempat sampah ? pasti jawabannya beragam dan paling banyak belum.

Sudah saatnya kita buang sampah pada tempatnya,dan mau mengkritik bahkan menyuruh orang yang berada di depan kita ketika kita sedang berjalan membuang sampah ketempatnya jika orang itu membuang sampah sembarangan,karena kalau bukan kita siapa lagi yang mau menyelematkan bumi ini,betul tidak ?

Keempat,sebisa mungkin tidak membawa kendaraan pribadi jika ingin berpergian karena kita tahu bagaimana kondisi kota besar Indonesia terutama Jakarta yang sumpah mampus macet abis dan juga jika kita membawa kendaraan pribadi itu berarti menambah jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh knalpot dari mobil kita dengan kata lain kalian telah ikut membantu mencemarkan udara walaupun jenis bensin kalian boleh dikatakan hemat dan ramah lingkungan tetapi tetap saja menambah jumlah kadar polusi udara,cobalah kalian menggunakan sepeda kan sekarang lagi marak tuch pemerintah menganjurkan agar ke tempat kerja atau aktivitas lain dengan sepeda,selain sehat kan bisa irit ongkos terutama ongkos untuk membeli bensin walaupun efek sampingnya betis kita jadi besar kayak talas bogor J,kalau tidak mau menggunakan sepeda kenapa juga berpergian dengan transportasi yang diciptakan oleh Bang Yos,mantan gubernur DKI yaitu TransJakarta alias Busway kan enak ada jalurnya sendiri,pake AC walaupun jumlahnya terbatas,paling tidak kan kalian telah membantu pengurangi dampak polusi udara yang semakin tidak menentu ini.

Kelima,Rajin-rajinlah membaca koran,majalah,search online atau ikut seminar tenang lingkungan hidup,karena selama ini penulis melihat banyak warga Indonesia terutama remaja tidak menyukai hal-hal seperti ini,karena pikir mereka hal seperti bukan urusan mereka,itulah salah mereka.cobalah mulai sekarang lebih aware dengan kondisi seperti ini misalnya kita bisa saja ikut program-program yang diadakan oleh NGO atau LSM yang berkaitan dengan lingkungan hidup misalnya menjadi volunteer greenpeace atau walhi.atau kita bisa menulis tentang lingkungan di blog kalian.

Itu lima hal yang harus diperhatikan kita sebagai warga negara yang ingin negara kita Indonesia terutama Kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya dalam mewujudkan udara yang bersih dan sehat dan tidak ada lagi pemanasan global yang sekarang lagi marak.kalau bukan kita sebagai generasi muda atau yang lebih dikenal generasi MTV siapa lagi ???? STOP GLOBAL WARMING !!!