
Ini mungkin peringatan bagi para petinggi di negara ini yang ingin mencoba mendekati rakyat kecil supaya membela para petinggi ini jika ada hajatan dan pejabat ini yang ikut serta tetapi nantinya kalau terpilih sang rakyat kecil pun akan ditinggal.
Kembali ke peristiwa nasi aking,peristiwa ini terjadi pada saat salahsatu ketum partai dimana ketum ini dijaman era mafia cendana menjabat posisi penting dimiliter dan sekaligus dikalangan aktivis HAM sebagai penjahat kemanusiaan berkunjung ke salahsatu desa didaerah Serang Propinsi Banten,ketika berkunjung sang jenderal ini masuk ke salahsatu rumah penduduk yang mungkin pada saat itu sedang makan siang,singkat cerita sang jenderal ini ikut menyantap hidangan siang ini yang ternyata menunya adalah nasi aking,mungkin karena penasaran sang jenderal ini mencicipi nasi aking dengan menyertakan sambal hijau yang banyak langsung melahapnya bahkan sempat menyuapi anak dari sang tuan rumah nasi yang berada di piring sang jenderal,lantas ditanya apakah enak makan nasi aking,kemudian oleh sang jenderal dijawab bahwa nasi aking enak dan nikmat.
Nasi Aking Enak ? kata siapa…kalau membaca dan melihat siaran televisi tentang berita sang jenderal ini makan dan menikmati nasi aking yang menurut sebagian orang tidak enak,menurut penulis ada yang salah dalam komunikasi politik dari sang jenderal ini.bahwa dikatakan oleh sang jenderal diawal ketika selesai berkunjung ke salahsatu rumah tersebut dan menyatakan bahwa nasi aking enak langsung mengundang reaksi dari berbagai kalangan menyatakan bahwa sang jenderal ini berbohong,ya..jelas bagaimana asal dari nasi aking ini sediri,nasi aking adalah nasi sisa yang kemudian dikeringkan dan dimasak kembali dan dihidangkan bersamaan dengan sambal.walaupun setelah pernyataan wiranto ini mengundang kehebohan , sang jenderal ini pun mengklarifikasi pernyataan yang sempat mengundang kontroversi tersebut.
Seharusnya sang Jenderal dalam membentu suatu opini kepada khalayak luas harus bisa melihat situasinya,kalau seperti apa yang dilakukan sang jenderal mustahil tahun depan sang jenderal ini yang selalu mengusung isu kemiskinan serta rating miskin dan pengangguran di Indonesia ini bisa menjadi pemimpin,contohlah sang mantan pemimpin perempuan pertama yang dimiliki Indonesia ini salahsatu selalu menggunakan kata – kata dalam komunikasi politik yang sangat pas dan santun untuk menyindir kalangan birokrat terkait isu – isu terkini dan menyangkut rakyat kecil.
Apakah dengan cara mendekati para masyarakat terutama yang hidup dalam garis kemiskinan bisa meluluhkan hati mereka untuk memilih anda nanti pada saat pesta demokrasi yang semakin dekat ? penulis dan semua rakyat Indonesia tahu bagaiamana kelakukan dan sifat dari para calon pemimpin kita mulai dari tingkat bawah hingga elite teratas kalau ingin menang mereka selalu mengobral bak jualan obat yang sering kita temui di pasar – pasar supaya rakyat tertarik,tetapi apa yang dijualkan oleh para calon pemimpin ketika sudah duduk manis terjanjikan dan terealisasikan dengan nyata kepada rakyat yang telah memilihnya ? TIDAK !! bahkan rakyat semakin menderita akibat dari jualan mimpi dari para pemimpin kita ini.
Jadi sebelum bermimpi untuk duduk manis,kiranya para pemimpin kita ini berkaca dan berintropeksi dengan nuraninya apakah saya pantas untuk memimpin dari sebuah negara yang berpenduduk 220 juta jiwa dimana hampir 49 persennya hidup dalam kemiskinan dan membawa negara ini lebih maju baik maju dalam hal industri maupun maju dalam hal individunya termasuk diantaranya yang berada di dalam garis kemiskinan,kalau itu sudah diyakini penuh oleh para calon pemimpin negeri ini menuju pesta demokrasi tahun 2009 yang semakin menghitung hari maka rakyat akan senang memilih anda…
