Senin, 24 Maret 2008

Nasi Aking Enak ? Kata siapa….


Ini mungkin peringatan bagi para petinggi di negara ini yang ingin mencoba mendekati rakyat kecil supaya membela para petinggi ini jika ada hajatan dan pejabat ini yang ikut serta tetapi nantinya kalau terpilih sang rakyat kecil pun akan ditinggal.

Kembali ke peristiwa nasi aking,peristiwa ini terjadi pada saat salahsatu ketum partai dimana ketum ini dijaman era mafia cendana menjabat posisi penting dimiliter dan sekaligus dikalangan aktivis HAM sebagai penjahat kemanusiaan berkunjung ke salahsatu desa didaerah Serang Propinsi Banten,ketika berkunjung sang jenderal ini masuk ke salahsatu rumah penduduk yang mungkin pada saat itu sedang makan siang,singkat cerita sang jenderal ini ikut menyantap hidangan siang ini yang ternyata menunya adalah nasi aking,mungkin karena penasaran sang jenderal ini mencicipi nasi aking dengan menyertakan sambal hijau yang banyak langsung melahapnya bahkan sempat menyuapi anak dari sang tuan rumah nasi yang berada di piring sang jenderal,lantas ditanya apakah enak makan nasi aking,kemudian oleh sang jenderal dijawab bahwa nasi aking enak dan nikmat.

Nasi Aking Enak ? kata siapa…kalau membaca dan melihat siaran televisi tentang berita sang jenderal ini makan dan menikmati nasi aking yang menurut sebagian orang tidak enak,menurut penulis ada yang salah dalam komunikasi politik dari sang jenderal ini.bahwa dikatakan oleh sang jenderal diawal ketika selesai berkunjung ke salahsatu rumah tersebut dan menyatakan bahwa nasi aking enak langsung mengundang reaksi dari berbagai kalangan menyatakan bahwa sang jenderal ini berbohong,ya..jelas bagaimana asal dari nasi aking ini sediri,nasi aking adalah nasi sisa yang kemudian dikeringkan dan dimasak kembali dan dihidangkan bersamaan dengan sambal.walaupun setelah pernyataan wiranto ini mengundang kehebohan , sang jenderal ini pun mengklarifikasi pernyataan yang sempat mengundang kontroversi tersebut.

Seharusnya sang Jenderal dalam membentu suatu opini kepada khalayak luas harus bisa melihat situasinya,kalau seperti apa yang dilakukan sang jenderal mustahil tahun depan sang jenderal ini yang selalu mengusung isu kemiskinan serta rating miskin dan pengangguran di Indonesia ini bisa menjadi pemimpin,contohlah sang mantan pemimpin perempuan pertama yang dimiliki Indonesia ini salahsatu selalu menggunakan kata – kata dalam komunikasi politik yang sangat pas dan santun untuk menyindir kalangan birokrat terkait isu – isu terkini dan menyangkut rakyat kecil.

Apakah dengan cara mendekati para masyarakat terutama yang hidup dalam garis kemiskinan bisa meluluhkan hati mereka untuk memilih anda nanti pada saat pesta demokrasi yang semakin dekat ? penulis dan semua rakyat Indonesia tahu bagaiamana kelakukan dan sifat dari para calon pemimpin kita mulai dari tingkat bawah hingga elite teratas kalau ingin menang mereka selalu mengobral bak jualan obat yang sering kita temui di pasar – pasar supaya rakyat tertarik,tetapi apa yang dijualkan oleh para calon pemimpin ketika sudah duduk manis terjanjikan dan terealisasikan dengan nyata kepada rakyat yang telah memilihnya ? TIDAK !! bahkan rakyat semakin menderita akibat dari jualan mimpi dari para pemimpin kita ini.

Jadi sebelum bermimpi untuk duduk manis,kiranya para pemimpin kita ini berkaca dan berintropeksi dengan nuraninya apakah saya pantas untuk memimpin dari sebuah negara yang berpenduduk 220 juta jiwa dimana hampir 49 persennya hidup dalam kemiskinan dan membawa negara ini lebih maju baik maju dalam hal industri maupun maju dalam hal individunya termasuk diantaranya yang berada di dalam garis kemiskinan,kalau itu sudah diyakini penuh oleh para calon pemimpin negeri ini menuju pesta demokrasi tahun 2009 yang semakin menghitung hari maka rakyat akan senang memilih anda…

Kok 50 : 50 ?

Kejutan terjadi ketika Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Kusmayanto dalam Rapat Kerja ( Raker ) dengan Komisi VII DPR – RI digedung DPR-RI ,Senayan Senin ( 17 / 03 / 2008 ) mengatakan bahwa kasus Lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo – JawaTimur adalah fifty – fifty dimana 50 % dari kejadian ini dalam sisi akademik adalah kesalahan manusia atau human error serta 50 % lainnya adalah akibat dari fenomena alam atau dengan kata lain bencana alam.

GILA !! itulah jawaban spontanitas dari penulis ketika membaca berita yang tersaji disalah satu situs berita , memang kita akui sudah hampir dua tahun peristiwa Lapindo ini tidak surut – surut dan berhenti tetapi yang ada malahan sekarang semakin banyak bukan hanya satu titik yang mengeluarkan lumpur tetapi mungkin sudah satu Sidoarjo yang terkena dampak ini,itu baru lumpur belum lagi ada issue tentang banyaknya gas – gas yang keluar dari bawah permukaan tanah yang merembet ke dinding rumah warga , kalau ini benar maka sudah dipastikan dalam beberapa waktu dalam hitungan tahun mungkin nama Sidoarjo akan menjadi sejarah atau bahkan hilang dari peta bagian dari NKRI karena kasus ini karena terlalu bahaya jika ada penghuninya.

Sebenarnya penulis agak keberatan dan protes dengan pernyataan dari Menristek tersebut walaupun beliau mengatakan dari segi akademik yang beliau dapat dari tim yang menangani kasus ini,kenapa keberatan ? Pertama apa yang terjadi disana adalah MURNI perbuatan manusia,kalau banyak yang mengatakan itu fenomena alam atau bencana alam ngapain ada kegiatan pekerja di sekitar itu serta peralatan keperluan yang ada disana.Kedua soal kasus ini masuk dalam kategori Bencana Alam setahu penulis bencana alam adalah suatu fenoma alam dimana alam mengalami pergeseran rotasi bumi terhadap matahari,tetapi kenapa kasus Lapindo bisa masuk kategori bencana alam.

“ dalam kajian akademik kami menyebutkan fenomena ini fifty – fifty.10 persen bencana alam,50 persen human error “
- Menteri Negara Ristek dan Teknologi RI Kusmayanto -

Penulis bisa melihat kenapa sampai sekarang kasus ini tidak selesai – selesai,karena pemerintah tidak tegas dalam menindak perusahaan yang jelas – jelas masuk dalam kategori penjahat kemanusiaan karena telah merampas hak dari warga Sidoarjo untuk hidup,tetapi malahan membantu perusahaan ini dalam hal ganti rugi sehingga yang menjadi pertanyaan siapa sebenarnya yang menjadi dalang dari peristiwa ini apakah pemerintah atau perusahaan itu.

Sudahlah sekarang ini yang dibutuhkan oleh warga itu adalah kepastian dari masalah ganti rugi,sebenarnya menurut penulis pemerintah tidak usah dan peduli kepada perusahaan ini yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh orang paling kaya seantero jagat Merah Putih ini,walaupun yang menjadi korban adalah rakyat kecil sehingga menurut pemerintah dalam pandangan penulis jika pemerintah tidak turun tangan itu berarti pemerintah cuek dengan nasib rakyat.

Inilah yang salah dari pemerintah kita,sebenarnya pemerintah bisa kok membantu rakyat Sidoarjo yang menjadi korban yaitu caranya adalah menjadi mediator dari rakyat baik yang terkena peta dampak bencana ataupun yang baru – baru ini kepada perusahaan ini dalam hal ganti rugi dan meminta kepastian hukum kapan masalah ini selesai tanpa ada lagi syarat dan ketentuan yang kadang – kadang dibuat seperti sampai saat ini soal kepemilikan tanah yang terkena dampak lumpur,bagaiamana bisa menunjukkan bukti asli bahwa tanah itu miliknya kalau pada saat kejadian itu berlangsung yang ada dipikiran korban adalah bagaimana menyelamatkan diri dari kepungan lumpur daripada menyelematkan harta benda termasuk surat – surat tanah,tetapi masalah ini masih terus didebatkan.

Jika memang perusahaan ini sampai tenggak waktu yang disepekati oleh pemerintah sebagai wakil dari korban,tidak ada perubahan dan terkesan lambat pemerintah secara langsung tanpa menunggu kepastian melaporkan dan membuat gugatan atas nama korban Lapindo ke jalur hukum mulai dari laporan perdata hingga kalau perlu pidana.kalauperlu mencantumkan gugatan pailit,dan kalau memang pemerintah dimata korban lumpur ini akan dijadikan pahlawan mereka,dan tidak menutup kemungkinan hajatan rakyat Indonesia tahun 2009 akan memilih kembali pasangan saat ini karena mampu menyenangkan rakyat kecil dan miskin dari himpitan para kapitalis yang selalu mencari muka kepada pemerintah dengan alasan rakyat sebagai topeng.

Sampai kapan nasib rakyat Sidoarjo terlepas dari masalah ini , dan sampai kapan perusahaan yang dimiliki oleh saudagar paling kaya ini mampu bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya,mungkin hanya Tuhan yang tahu ini semua dan kita yang bersimpati hanya bisa berharap kejadian ini yang pertama dan terakhir..semoga…

Adam Air Sayang Adam Air Malang..


Entah ini termasuk berita bagus atau berita sedih yaitu Adam Air akan berhenti terbang untuk sementara waktu karena suatu hal yang kabarnya karena kekuarangan dana operasional,berhenti terbang ini akan efektif pada tanggal 20 Maret 2008.

Kalau menurut penulis tentang Adam Air ini ada dua hal yang perlu dicatat,pertama dengan adanya isu ini yang kemudian dibenarkan oleh salah satu petinggi dari Adam Air itu berarti Adam Air secara gentle kepada masyarakat terutama para pelanggan setia maskapai ini bahwa Adam Air sedang mengalami kesulitan dan satu – satunya cara adalah dengan berhenti beroperasi,penulis mengacungi dua jempol untuk keberanian Maskapai ini walau dengan berat hati,sikap ini lebih bagus ketimbang ditutup – tutupi dan akhirnya para penumpanglah yang menjadi korban jika terjadi kecelakaan.

Kedua, Pemerintah dalam hal ini Kantor Kementerian Perhubungan terlebih Perhubungan Udara lebih intropeksi ke dalam terutama hal pemberian izin operasional ketika ada kelompok yang ingin membuka usaha penerbangan jangan sampai seperti kejadian Adam Air ini serta bagaimana caranya agar larangan maskapai Indonesia untuk menginjakkan roda ban pesawatnya diseluruh permukaan landasan bandara di seluruh Wilayah negara anggota dari Uni Eropa agak sedikit dilepaskan

Kita tahu bagaimana kondisi Penerbangan kita baik Penerbangan yang dikelola militer dalam hal ini Angkatan Udara serta Sipil yang sering kita baca dan saksikan di media sering terjadi kecelakaan , pesawat yang tua dan usang ,keterlambatan penerbangan yang berjam – jam dan masih banyak lagi kasusnya,tapi inilah kondisi penerbangan kita,dan kita tidak bisa menutupinya , bangkai atau makanan basi saja kalau kita tutup – tutupi pasti akan tercium juga dan ini juga berlaku di dunia penerbangan.

Apa yang harus diperhatikan para maskapai penerbangan supaya tidak seperti kejadian ini,menurut penulis adalah pertama , jika ada suatu kelompok usaha ingin membuka usaha penerbangan sekiranya harus sudah mempersiapkan segalanya baik infrastruktur fisik seperti pesawat yang harus benar – benar layak terbang serta kondisinya juga yang layak sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh otitoritas atau federasi Internasional yang menangani khusus penerbangan.

Kedua, adanya disiplin dalam apapun karena selama ini penulis lihat semua maskapai di Indonesia tidak disiplin terutama dalam pengorganisasian jadwal keberangkatan dan tiba pesawat dalam suatu rute dan itu memakan tidak dalam kajian menit tetapi sudah ber-jam – jam sehingga banyak penumpang terlantar dan kurangnya informasi alasan terlambat dari maskapai kepada para calon penumpang , dan yang selalu diucapkan oleh para karyawan maskapai yang biasa menangani urusan tiket kepada calon penumpang adalah kata “ maaf “.Ketiga Pemerintah selaku pihak yang memberikan ijin kepada sebuah perusahaan yang akan “berjualan” di Bandara harus menyeleksi ketat serta tegas karena selama ini penulis melihat dan membaca kenapa banyak terjadi kecelakaan pesawat ya tadi dikarenakan tidak ketatnya pengawasan baik saat pesawat akan digunakan hingga istirahat karena perbaikan.

Apakah dengan adanya penghentian operasional terbang dari maskapai Adam Air akan membuka para pengusaha penerbangan untuk lebih giat memperhatikan struktur fisik dari penerbangan itu sendiri seperti “kesejahteraan” dari pesawat itu serta pelayanan kepada para pelanggannya atau menepikan sisi yang penulis diatas dan hanya mementingkan bagaimana usaha ini lebih untuk dalam hal pemasukan tanpa memikirikan para penumpang dan “ kesejahteraan “ dari pesawat itu,kita lihat saja nanti apakah hanya Adam Air serta salahsatu anak perusahaan penerbangan negara yang berhenti beroperasi atau masih ada lagi..ini menjadi tugas dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta Perhubungan Udara dan tentunya para pengusaha maskapai yang ada dinegara ini.

Jalanan Rusak siapa yang salah ?

Kota – kota baik besar atau kecil yang ada dibumi Merah Putih saat ini mengalami masa – masa yang sangat menyedihkan yaitu datangnya musim banjir,dimana tidak hanyak rumah saja yang terendam oleh fenomena alam ini tetapi merendamkan semua dari impian orang – orang seperti petani yang harus rela tidak memanen hasil garapannya karena musim hujan disertai banjir.

Ya..semenjak hari raya Lebaran tahun lalu,wilayah Indonesia saban hari diguyur oleh hujan yang intensitasnya tidak menentu akibat dari intensitas itu maka terjadinya banjir, akibat dari hujan dan banjir hampir semua jalan – jalan baik jalan kota , jalan propinsi sampai jalan negara rusak parah dengan ditandai banyaknya kubangan layaknya tempat mandi kerbau.

Kalau penulis tidak salah tercatat lebih dari 40 titik lubang besar diseputar jalan DKI yang rusak akibat hujan yang sangat lebat sekali intensitasnya yang mengakibatkan timbulnya kemacetan.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah,siapa yang salah dalam hal ini dan siapa yang bertanggung jawab atas hal ini,kalau menurut penulis sich dalam hal ini kita semua salah kenapa ? seperti contoh di DKI ada beberapa titik jalan rusak akibat dari hujan, effect dari kejadian ini timbul kemacetan yang sangat luar biasa,tapi para pengendara ini tidak tahu akan prosesnya tetapi malahan minta semua jalan yang rusak harus diperbaiki seperti sedia kala.

Kita tahu yang bertanggung jawab atas jalan baik pengelolaan maupun perbaikan adalah Departemen Pekerjaan Umum yang memiliki perwakilan di setiap wilayah di negara ini,tetapi dalam hal pengerjaan itu harus membutuhkan dana dimana yang berhak mengucurkan kran dana ini adalah anggota dewan yang tahun 2004 kemarin kita pilih tanpa ada ijin dari mereka,jangan harap jalan itu bisa benar dan mulus tanpa cacat.

Penulis juga prihatin dengan kondisi ini dan kecewa dengan para pemakai jalan yang tidak sadar dipikiran dan perbuatan tetapi asal ngomong aja,banyak pengendara yang selalu menggerutu dengan kondisi jalan yang parah bak tempat mandi kerbau,tetapi mereka tidak sadar apakah bisa mulus dan rapi jalan itu dengan aspal kalau hujan masih terus turun intensitas bukankah sifat dari aspal itu jika terkena air sedikit saja akan mengelupas ? dan kalaupun itu dilaksanakan akan sia – sia nantinya dalam hal pengeluaran Rupiah untuk membeli perangkat jalan itu , lagipula bukankah salah kita juga sebagai warga yang dengan sok-nya membawa kendaraan mereka sebagai lambang dari kemakmuran bahwa kalau dengan mobil yang bermerek derajat kita akan terangkat,tanpa memikirkan dampak dari banyaknya kendaraan yang beredar di jalan,terutama dari segi kesehatan dan lingkungan? Anda ingat tentang Global Warming tidak yang sekarang menjadi jelas penampakannya !

Sudahlah kerjaan kita jangan hanya meminta-minta kepada pemerintah agar permintaan kita selalu dipenuhi,sekali–sekali kita pahami apa yang sedang dihadapi oleh pemerintah soal jalan pun,kita harus maklum apa iya kita bisa mengalahkan fenomena alam ini jadi tolonglah hargai pemerintah dalam memanjakan kita sebagai warganya.yang penting dari sekarang kita harus menjaga lingkungan kita dari dampak global warming salahsatu contohnya adalah jika didalam satu rumah terdapat beberapa mobil kiranya kita hanya mengeluarkan satu mobil untuk ramai – ramai ketimbang satu kepala satu mobil,betul tidak ?