
Judul diatas memang sama seperti judul lagu yang dinyanyikan oleh Dedy Alas dari kelompok musik Andra and The Backbone, itu lagi..dan lagi..
Maksud dari lagi..dan lagi adalah kembali menyangkut kasus tragedi Unas beberapa hari lalu yang sempat membuat geger dunia kampus di Indonesia dan menghujat habis-habisan institusi Kepolisian Republik Indonesia karena tidak becus mendidik para perwiranya, dan berita yang terakhir adalah pihak Propam – (dulu Provost) menetapkan sejumlah prajurit yang dijadikan tersangka terkait dengan kasus Unas ini.
Yang menjadi perhatian penulis adalah, yang menjadi tersangka dari kasus ini adalah perwira dengan pangkat bawah yaitu setingkat Brigadir atau sersan, lantas kemana para komandan mereka yang pangkatnya dua-lima tingkat diatas mereka apakah mereka juga akan bernasib sama dengan mereka yang akan langsung dipecat dan dipidanakan secara sipil atau hanya ditarik ke pusat duduk manis tanpa jabatan selama tiga bulan, setelah itu dipromosikan lagi ke tingkat lebih tinggi dan daerah yang basah ?
Inilah yang menjadi ironi kalau penulis melihat para perwira polisi pangkat rendah, kita tahu bagaiamana kesejahteraan daripada polisi pangkat rendah dimana mereka harus menjalankan tugas negara seperti berdiri berjam-jam menghadap kepada kerumunan mahasiswa atau massa ditengah cuaca yang sangat panas atau diguyur hujan deras mereka harus berdiri tegap tetapi apa daya ketika terjadi kericuhan atau bentrok yang membabi buta, para perwira inilah yang menjadi sasaran empuk Propam Polri untuk disidang dan langsung dijadikan tersangka dan otomatis ancaman pecat dan pidana sipil didepan mata, lantas kemana peran dari para komandan mereka yang seharusnya mereka juga ikut bertanggung jawab ?
Sekedar ilustrasi saja, yang pernah penulis lihat dengan mata kepala penulis sendiri, dimana suatu waktu di kawasan Salemba terjadi tawuran mahasiswa bahkan sempat terjadi bentrok dengan polisi wilayah hukum setempat kemudian setelah reda situasi, penulis coba berjalan kearah Megaria tetapi apa yang penulis lihat sekonyong-konyongnya disalahsatu rumahmakan padang disekitar depan gedung Unit Gawat Darurat RSCM terlihatlah para komandan dengan pangkat melati satu (mayor) ada beberapa orang dengan seorang tentara dengan santainya mencongkel sisa daging di sela-sela gigi degan tusuk gigi setelah selesai makan siang sambil mengobrol dengan santai bahkan sampai tertawa, ini sangat konyol sekali di saat anak buahnya mati-matian menahan amukan emosi para mahasiswa ini tanpa memikirkan apakah para perwira pangkat bawah ini sudah makan atau belum, sudah istirahat atau belum, malah sang komandan malah asyik masyuk makan bersama kayak anak TK di Rumah Makan Padang…konyol sekali, ini bukan sekali dua kali penulis melihat kelakuan para komandan polisi ini.
Sudah saatnya para komandan ini dihukum berat terkait dengan kasus UNAS bahkan kalau perlu di PECAT dan dipidanakan secara sipil, jangan hanya prajurit pangkat bawah saja yang dihukum, karena secara logika orang waras dan sehat yang seharusnya di PECAT adalah para komandan ini BUKAN prajurit pangkat bawah, walaupun fakta di lapangan banyak prajurit pangkat bawahlah yang menderita.
Dan jangan budayakan lagi setiap ada perwira mulai tingkat pertama hingga paling puncak mendapatkan masalah, lantas langsung ditarik ke markas utama entah itu Polres atau mungkin ke Polri dengan status jabatan non aktif dan tiga bulan kemudian ketika ada promosi jabatan, perwira yang bermasalah ini langsung dipromosikan secara jabatan maupun pangkat, kalau begini terus mau sampai kapan perwira keamanan bisa intropeksi dan membuka mata hati nurani mereka kalau setiap melakukan kesalahan yang langsung terlintas dipikiran mereka ahh paling-paling Cuma 3 bulan abis itu bisa kerja lagi ditempat yang lebih basah
Dan juga satu hal peran media pun harus bisa menjadi anjing pelacak bagi masyarakat untuk mengawasi jalannya daripada permasalahan yang menimpa para perwira polisi ini, apakah ucapan polisi melalu Kadiv HUMAS Mabes Polri yang akan menindak tegas anggota polri sesuai dengan kenyataan dilapangan hingga proses pidanaan secara sipil dan menjalani kehidupan sipilnya di hotel prodeo atau tidak sama sekali hanya janji-janji manis yang terlontar dari mulut manis sang Kadiv HUMAS.
Akankah para prajurit pangkat bawah yang selalu menderita dengan pemecatan atau reformasi di tubuh Polri dengan juga memecat dan mempidanakan secara sipil para perwira pertama hingga tinggi yang melakukan tindak kriminal ?

