Senin, 11 Agustus 2008

Yang Muda Yang Bergairah… Yang Tua Mbok Sadar diri..Ingat Umur !


Pesta demokrasi yang selalu dinantikan orang-orang di negara ini akan segera di gelar dan tinggal menunggu harinya..sudah banyak individual-individual negeri ini yang berkompeten berlomba membuat iklan politiknya bahkan ada yang numpang semaraknya ajang sepakbola warga Eropa dengan menyelipkan unsure politik negara ini.

Ada satu fenomena yang mungkin menurut pengamatan penulis agak aneh tapi kok baru sekarang bergerak ya.. yaitu adanya beberapa anak muda ( dari segi umur sich udah tua, tapi kalau disejajarkan dengan para pemimpin bangsa ya paling muda ) yang mendeklarasikan untuk maju menjadi pemimpin negara ini a.k.a RI 1.

Kita bisa lihat ada sosok Rizal Mallarangeng, Ratna Sarumpaet, Yusril Ihza Mahendra dan Fadjroel Rahman yang berlomba untuk mencuri perhatian 220 juta jiwa penduduk Indonesia ini untuk memilih mereka menjadi RI 1, trak record mereka di dunia dan panggung perpolitikan negara ini tidak dapat diragukan lagi, berbagai macam analisis politik mereka sering dimuat wara-wiri pada sejumlah media.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah mereka mampu membawa negara ini menjadi berubah dan lebih maju dengan kelemahan mereka adalah usia mereka yang masih muda ? sementara yang tua dengan segala macam asam garam politik mereka ternyata tidak mampu membawa negara ini bangkit dan maju.

Kalau menurut penulis dari sekian itu, hanya ada satu yang menurut penulis agak berpontesi untuk duduk di kursi empuk Istana Negara, karena visi-misinya sangat jelas sekali ditunjang dengan latarbelakang yang membuatnya geram melihat kelakuan dari para tokok-tokoh tua negara ini.

Sudah banyak masalah yang membuat negara ini hancur selain ekonominya yang sudah sepuluh tahun masih saja tiarap, bila kita bandingkan dengan negara tetangga Thailand, dalam beberapa tahun saja hingga saat ini perekonomian mereka sudah melesat jauh, yaitu penegakkan hukum, kita bisa lihat dalam pemberitaan media massa setiap harinya ada berapa kolom berita yang dimuat redaksi terkait dengan penegakkan hukum baik korupsi, penyelewengan kekuasaan, hingga HAM, seperti contoh tidak jelasnya berbagai kasus HAM yang ada di negara ini misalnya kasus kematian akibat racun dari aktivis HAM Munir, Marsinah, Wartawan Bernas Udin, penculikan aktivis HAM, kasus trisakti, Semanggi I dan II, 27 Juli 1997, Tanjung Priok September 1984, Talang Sari, Lapindo Brantas dan masih banyak lagi termasuk yang uzur seperti nasib korban G 30s PKI yang sampai sekarang masih termarjinalkan oleh negara dan masyarakat karena mereka tidak tahu apa-apa..

Memang disatu sisi kemampuan calon pemimpin dari komunitas anak muda belum bisa diragukan kemampuannya oleh para kaum tua, tapi kalau tidak sekarang dimulai mau sampai kapan negara ini akan berserah kepada kaum tua yang jelas-jelas tidak mampu membawa negara ini lebih maju setelah tahun 1996 hingga sekarang.

Intinya sich bagi penulis buat para calon muda yang ingin duduk empuk dan nyaman di istana Negara adalah pertama, Jangan lagi membuat rayuan gombal kepada rakyat, karena rakyat sudah muak dan pengen muntah sampai dehidrasi karena selama lebih dari 63 tahun Indonesia merdeka dan 10 tahun Reformasi banyak pemimpin negara ini yang selalu janji-janji manis kepada rakyat bahwa negara ini akan lebih maju tetapi kenyataannya ? jadi Berkaryalah dengan NYATA BUKAN!! Dengan KATA-KATA.

Kedua, adanya sikap tegas dan keras dalam artian kalau memang dilingkungan kerjanya ada yang salah harus bisa menghukum dan meminggirkan dulu orangnya kalau perlu PECAT tanpa harus memikirkan siapa dia, latar belakangnya apa, terus prestasi untuk negara ini apa, kalau yang namanya kriminal ya kriminal, karena selama ini penulis lihat banyak pemimpin negara ini tidak bisa tegas dalam menindak anak buahnya, jadi saran penulis adalah berikan surat keputusan dimana jika ada pejabat negara mulai dari pusat hingga ke daerah yang terlibat bisa langsung diperiksa bahkan di penjara tanpa harus ada surat ijin, karena masalah surat ijin berlogo kepresidenan lah yang membuat banyak kasus pidana dan perdata seperti kasus korupsi terbengkalai bahkan gantung, karena aparat penyidik khususnya di lingkungan Mabes Polri dan Polda hingga Kejaksaan tidak berani karena belum keluar surat berlogo itu, kalau surat berlogo itu tidak ada lagi niscaya banyak kasus baik yang lama atau yang baru akan langsung proses hingga vonis. Selain itu juga harus berani membongkar kejahatan yang sifatnya mata rantai atau lingkaran setan seperti kasus Soeharto, kenapa negara ini bisa hancur dari segala dimensi dan bidang ya..karena tokoh otoriter inilah semua bermula sehingga beliau dan orang-orangnya bebas berkeliaran untuk memperkosa secara asal ekonomi negara ini dan sudah terbukti hingga sekarang, kalau ini bisa di berantas, walaupun secara kenyataan sang RI 1 ini pun kena harus mundur juga..tapi penulis yakin satu dari sekian orang yang penulis sebutkan ada satu yang bisa membongkar itu semua, karena ya.. itu ia tidak suka, Alergi atau anti dengan yang berbau namanya SOEHARTO dan CENDANA.

Kalau dua hal yang bisa di jalankan oleh para kandidat yang penulis utarakan di atas, tidak mustahil negara ini akan maju, dan tentunya suara penulis akan penulis berikan jika kedua hal di atas dilaksanakan dan bukan sekedar rayuan ibarat lelaki meminang pujaan hatinya begitu dapat apa yang diinginkannya lantas ditinggal begitu saja..

Selamat Berjuang kawan muda negeri ini untuk 2009 RI.1
Rhivan Lorca
mahasiswa Dept.Komunikasi Fisipol - UKI

Senin, 04 Agustus 2008

DPR Gudangnya Korup ? Emang..baru tahu


Pertama-tama penulis ingin minta maaf jika ada para pembaca atau pengunjung blog ini yang masih ada hubungan keluarga baik jauh maupun dekat dengan beberapa anggota DPR saat ini, bukan maksud untuk memojokkan atau menghina tapi itulah kenyataannya yang ada saat ini….

Boleh dibilang setiap bulan ada saja wakil rakyat kita di jemput oleh pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi-KPK atau Kejaksaan dari rumah pribadinya atau rumah selirnya bahkan dari ruang kerjanya untuk pindahan ke Hotel Prodeo di Trunojoyo, Jenderal Sudirman atau Cipinang untuk 40 hari mendatang karena suatu kasus yang berkaitan dengan kekuasaan bahkan sampai urusan ranjang segala..

Sebegini parahkah wajah wakil rakyat yang bulan April 2004 lalu kita antre sambil menunggu nama kita dipanggil untuk berikan suara kita kepada orang yang kita anggap tepat untuk menyalurkan apa isi hati kita terhadap perubahan negara ini? Kalau dilihat sich memang sudah parah kondisi muka-muka wakil rakyat kita yang ada sekarang maupun jaman-jaman dahulu.

Mungkin yang tepat menggambarkan muka dari para kelakuan politisi senayan adalah lirik dari sebuah lagu yang dibuat oleh SLANK yang sempat membuat heboh dan membuat merah muka dan kuping daripada Ketua Badan Kehormatan hingga akan menyeret kelompok Band ini ke meja hijau tapi hanya gertak sambal serta isapan dua ibu jari saja karena takut kali didemo 220 juta jiwa rakyat Indonesia yang sudah muak, tetapi itulah kenyataan, mari kita telaah lirik dari Gossip Jalanan apakah sesuai dengan muka dan perilaku daripara anggota DPR…mari


Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir2
berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan

Lirik di atas sangat tepat sekali dengan kelakuan daripada para politisi Senayan, karena kita bisa lihat bagaimana skandal video Format real player 3gp antara penyanyi dangdut karbitan dengan anggota dewan yang beredar luas hingga ke ruang redaksi televisi yang membuat sosok dewan yang jadi new porn star ini harus rela menarik diri dari peredaran hingg sekarang tidak tahu dimana rimbanya, soal yang satu ini penulis tidak aneh melihatnya karena memang disana ada jaringan khusus buat penyedia wanita-wanita escort yang stand bye di sekitar lingkungan ya.. ibarat petugas Valet yang bisa kita lihat di Mall-Mall bahkan ada yang sampai bawa buku yang isinya photo-photo wanita-wanita mulai dari yang rapi, setengah bugil hingga bugil dengan posisi yang menggairahkan serta latarbelakang ada yang masih polos hingga artis kurang terkenal dan familiar keluar-masuk acara gossip dan ini diamini oleh beberapa staff dari anggota DPR itu sendiri termasuk juga sang sekretarisnya pun bisa rangkap jabatan, kalau Pagi Jam 08.00 sampai jam kantor usai jadi sekretaris kantor dari anggota itu dan mulai jam 18.00 hingga 06.00 pagi jadi sekretaris paling pribadi dan intim..betul tidak.

Kalau yang seperti ini kita bisa lihat bagaimana merahnya muka dari pada secretariat daerah Bintan ketika diputar pembicaraan telepon antara beliau dan Al Amin Nasution yang mana ada kata-kata seperti di bawah ini

Al Amin Nasution: Ya, carikanlah. Yang kira-kira udah lama aku kenal bos ini paham kan kira-kira.

A: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.

Al Amin Nasution: Tak bagus.

A: Udah dipake ya?

Atau yang seperti ini , 'Tailor itu jahitannya sempit ini sangat jelas sekali arah pembicaraannya walaupun penuh dengan kode-kode yang mereka berdua dan Tuhan yang tahu, itu baru satu yang baru-baru ini membuat muka merah para anggota DPR ini.

Kemudian ada lagi lirik lagu seperti ini,


Mau tau gak mafia di senayan
kerjanya tukang buat
peraturan
bikin UUD ujung2nya duit,


kalau lirik yang satu ini sich tidak perlu ditutupi memang sudah menjadi makanan sehari-hari betul tidak ? untuk sekali rapat saja anggota kita yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik walaupun pada munafik semua mendapatkan amplop paling tidak minimal isi dari amplop coklat berlogo bank atau lambing DPR Rp.500,000 coba kalikan saja jumlah anggota yang hadir, tapi kenyataan di dalam ruang rapat ada berapa anggota yang hadir sisanya kemana ? ya tidak jauh-jauh alasan ke ketua sidang adalah kunjungan ke konstituen padahal seperti lirik lagu yang pertama diatas, itu baru sidang pertama kalikan berapa kali mereka bersidang hingga ketuk palu paripurna yang mengsahkan rancangan itu menjadi UU, berapa ratus ribu hingga jutaan uang itu masuk ke kantong depan, belakang, samping daripada jas anggota dewan ini, belum lagi lobby-lobby yang dilakukan pihak-pihak supaya perangkat daftar undang-undang itu menjadi sah secara hukum, berbagai jalan ditempuh termasuk urusan baju putih dan tailor jahitannya sempitpun di gunakan, agar bisa lolos, dan wakil rakyatlah yang ahlinya.

Tapi sangat pantas dan wajar kalau dua lirik yang ditulis oleh bimbin cs sangat pas dialamatkan kepada penghuni dari gedung yang mana pagarnya seharga Rp.2,1 Miliar tapi kok bisa rubuh ya sebanyak dua kali, dan juga sangat wajar kalau sekarang rakyat sudah muak dan ogah untuk memilih para calon anggota dewan untuk pemilu besok karena mungkin yang ada dipikiran warga Indonesia, ganti orang tetap saja perilakunya sama bahkan mungkin jangan-jangan lebih parah dari sekarang.

Pertanyaan dan sekalian kesimpulannya tentang masalah kelakuan dan perilaku daripada anggota dewan adalah pada pemilu 2009 besok berapa banyak jumlah warga pemilih yang tersebar mulai dari Ujung Pulau Sumatera hingga Ujung Papua begtu juga di tingkat kantor Perwakilan Indonesia di Luar Negeri mulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia hingga Kamar Dagang Internasional yang GOLPUT ??

Kita tunggu saja…..

Rhivan Lorca...
Mahasiswa Dept. Komunikasi Fisip- UKI
Pendapat Pribadi

Keterlaluan ( part1 )


Ini mungkin kisah paling tragis yang pernah penulis baca dalam hidup penulis, setidaknya 31 warga miskin diusir dari Rumah sakit hanya gara-gara pembangunan Rumah Sakit yang nantinya bersifat internasional.

Konyol itulah pernyataan sikap penulis terhadap apa yang terjadi di lingkungan Rumah Sakit Pusat Negara Dr. Cipto Mangunkusumo Jl Diponegoro Salemba-Jakarta Pusat, hanya karena ke 31 pasien rujukan dari berbagai Rumah sakit di daerah harus terusir hanya karena adanya pembangunan lanjutan dari salahsatu sarana rumah sakit yang nantinya digunakan supaya rakyat Indonesia yang biasa berobat di Luar Negeri tidak pergi lagi karena sudah ada fasilitasnya.

Kita tahu setiap hari RSCM menerima puluhan bahkan ratusan pasien yang kurang mampu dari berbagai daerah, karena keterbatasan peralatan dan biaya, sehingga rumah sakit di daerah mengirimkan pasien ke Jakarta, tetapi apa yang ada mereka menurut pihak terkait di kategorikan sebagai pasien rawat jalan, yang tidak perlu penginapan.

Yang penulis heran dan sedikit geram adalah, kok bisa-bisanya para pegawai terutama satpam rumahsakit mengusir mereka bahkan kata dari para pasien ini ada yang diusir dengan nada marah, kemudian yang herannya juga kok Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia tidak menegur staff rumah sakit malah membuat pernyataan bahwa mereka ini keluarga pasien disuruh menginap di rumah sanak saudaranya daripada menginap di rumah sakit, yang menjadi pertanyaan penulis buat Ibu Menkes, mereka ini dari daerah mana mungkin mereka ada sodara di Jakarta, kalau ada tidak mungkin donk berobat di RSCM, jelas-jelas mereka rujukan dengan stempel GAKIN !! aneh-aneh aja nich Ibu Menteri.

Yang menjadi pertanyaan lagi adalah, kenapa rumah sakit daerah selalu merujuk ke RSCM jika tidak mampu, memangnya mereka tidak ada fasilitas alat dan dokter apa disana ? bukankah RSCM tidak jauh bedanya dengan rumah sakit di pusat propinsi seperti Hasan Sadikin Bandung memangnya tiap rumahsakit di daerah tidak dapat jatahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk biaya operasional ? kalau seperti apa yang dialami oleh ke-31 pasien tidak mampu yang di usir adalah kesalahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia karena tidak mampu memfasilitasi masyarakat yang butuh kesehatan, bukankah di konvensi kesehatan dunia mengatakan bahwa rumahsakit harus menerima pasien tanpa membedakan statusnya, kalau soal ke-31 pasien itu bagaimana, itu berarti Indonesia melanggar ketentuan itu untuknya belum tercium oleh badan kesehatan walaupun sudah diekspos oleh media di negara ini dan mungkin juga sudah dibaca oleh perwakilan badan kesehatan dunia yang ada di Jakarta, lalu bagaiamana kalau ternyata ada surat pertanyaan soal ke-31 pasien itu jika melihat konvensi kesehatan dunia ?

Saran penulis sich, simple dana itu janganlah dikorupsi kemudian perbaikilah sarana – prasarana yang ada di semua rumahsakit yang ada di Indonesia, karena selama ini rumah sakit di daerah sepertinya menurut pengamatan penulis, setiap ada masalah penyakit, rumah sakit tingkat kotamadya atau kabupaten langsung merekomendasikan ke rumah sakit ibukota propinsi, padahal kondisi rumahsakit di ibukota propinsi tidak jauh berbeda dengan konsisi rumah sakit di ibukota kotamadya atau kabupaten.

Apakah tragedy ke-31 pasien terlantar ini akan terulang kembali, tidak akan terulang jika masing-masing pihak tidak merasa paling hebat, seperti apa yang ada saat ini, pasienlah yang dijadikan korban. ( R-21 )

Keterlaluan ( Part 2 )

Belum selesai masalah 31 pasien diusir, kali ini ada aja dinegara ini menyimpan diskrimanasi fisik dalam hal pendidikan dan ini sangat keterlaluan.

Ini terjadi disebuah institusi negeri berlatarbelakang agama, dimana seorang calon mahasiswa ditolak mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus tersebut dan pihak kampus mengembalikan dana calon mahasiswa itu.

Apa alasan dari pihak kampus menolak calon mahasiswa ini, apakah kurang ganteng atau apa ? ternyata ada factor yang membuat penulis kecewa yaitu calon mahasiswa ini memiliki kekurangan yaitu tidak bisa melihat a.k.a. Tuna netra, walaupun selang 2 x 24 jam, pihak rektorat kampus meralat serta mengklarifikasi dan mau menerima kembali sang calon mahasiswa itu..

Apa yang dilakukan oleh sebuah kampus yang mana “pemegang sahamnya “ adalah negara dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia sangat bertentangan dengan kebijakan dan amanat daripada para bapak bangsa dan pencetus negara ini yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, kalau kasusnya seperti ini apa yang dicerdaskan oleh bangsa kepada rakyatnya ?

Memang di satu sisi sebuah kekurangan dari seorang manusia akan selalu dipandang sebelah mata oleh sebagian orang yang melihat kekurangan dari manusia itu, tetapi apakah dengan kekurangan itu seorang manusia tidak bisa melakukan aktifitas atau untuk memenuhi kebutuhannya seperti pendidikan kalau modelnya seperti ini itu berarti pemerintah telah melanggar atau memasung kebebasan seseorang untuk memperoleh pendidikan yang ia inginkan dan itulah yang terjadi saat ini.

Lantas kalau semua warga Indonesia dari ujung Pulau We hingga ujung Pulau Merauke yang memiliki kekurangan fisik tetapi isi otaknya briliant kemudian tidak bisa melanjutkan pendidikan dan cita-citanya apakah negara mau bertanggung jawab dalam mencerdaskan anak bangsa yang mana sudah diamanatkan oleh pemimpin negara ini ?

Sudah saatnya jangan ada lagi diskriminasi lagi dalam hal pendidikan serta kekurangan orang karena bagaimanapun yang berhak mengatur mereka adalah Tuhan BUKAN manusia, lagipula di negeri ini banyak anak-anak atau warga yang secara fisik kurang seperti apa yang dialami oleh calon mahasiswa itu, tapi kalau dilihat dari kemampuan isi otak mereka, penulis akui ada beberapa yang cemerlang bahkan menciptakan suatu inovasi, tapi ya itu kembali lagi ke kitanya yang selama ini menganggap sebuah kekurangan itu adalah bagaikan kiamat atau AIB, padahal mereka itu sama-sama dengan kita diciptakan oleh Tuhan, sama-sama bayar pajak, sama-sama makan nasi, sama-sama mengenakan pakaian, sama-sama (maaf) memiliki rasa seksual, sama-sama ingin bersekolah sampai tingkat yang lebih tinggi, kenapa juga kita harus meminggirkan kepentingan mereka, alangkah lebih elegan kalau kita sama-sama merangkul mereka dan membantu mereka mewujudkan impian mereka, toch kalau kita membantunya paling tidak kita nanti di ujung usia kita apa yang telah kita perbuat akan menjadi catatan sendiri bagi sang pencipta betul tidak ? (ervanca)